Iran Rilis Video Mojtaba Khamenei di Tengah Isu Kondisi Kesehatan Kritis

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 10 Agu 2026, 08:25
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Pemimpin Tertinggi baru Iran Mojtaba Khamenei. /ANTARA/Xinhua/aa. Pemimpin Tertinggi baru Iran Mojtaba Khamenei. /ANTARA/Xinhua/aa. (Antara)

Ntvnews.id, Taheran - Iran merilis rekaman video yang memperlihatkan Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei di tengah kabar yang menyebut kondisi kesehatannya sedang kritis.

Video tersebut ditayangkan kantor berita semi-resmi Mehr News Agency pada Minggu, 9 Agustus 2026. Dalam rekaman itu, Mojtaba terlihat berada di tengah beberapa orang dan tampak terlibat dalam percakapan bersama mereka.

Namun, Mehr tidak memberikan keterangan mengenai waktu maupun lokasi pengambilan video tersebut. Identitas orang-orang yang terlihat bersama Mojtaba juga tidak dijelaskan.

Dalam pemberitaannya, Mehr menyebut Mojtaba bertemu dengan Presiden Iran Masoud Pezeshkian, yang kini memasuki tahun ketiga masa kepemimpinannya.

Pertemuan tersebut disebut membahas sejumlah persoalan yang tengah dihadapi Iran. Beberapa di antaranya menyangkut kebutuhan ekonomi masyarakat, konflik militer dengan Amerika Serikat, serta upaya memperkuat hubungan ekonomi dengan sejumlah mitra dari luar negeri.

Baca Juga: Trump Klaim Mojtaba Khamenei 90 Persen Telah Tiada, Sebut Kekuatan Militer Iran Lumpuh

Mojtaba Khamenei ditetapkan sebagai Pemimpin Tertinggi Iran pada awal Maret setelah ayahnya, Ali Khamenei, tewas dalam serangan udara gabungan yang dilancarkan Amerika Serikat dan Israel pada 28 Februari. Sejak menduduki posisi tersebut, Mojtaba belum muncul secara terbuka di hadapan publik.

Sebelumnya, Iran dan Amerika Serikat sempat mencapai kesepakatan gencatan senjata pada April. Kedua negara kemudian menandatangani nota kesepahaman pada Juni yang dimaksudkan untuk menghentikan konflik militer sekaligus membuka peluang menuju kesepakatan damai.

Akan tetapi, kesepakatan itu tidak bertahan lama. Pada bulan lalu, Iran dan AS kembali terlibat dalam aksi saling serang selama hampir dua pekan. Operasi militer tersebut kemudian dihentikan secara tiba-tiba oleh Presiden AS Donald Trump ketika muncul informasi mengenai kemungkinan dimulainya kembali proses perundingan.

Sampai saat ini, belum terdapat verifikasi independen yang dapat memastikan kebenaran laporan sebelumnya mengenai memburuknya kondisi kesehatan Mojtaba Khamenei.

HIGHLIGHT

x|close