Ntvnews.id, Doha - Qatar menyatakan proses diplomatik untuk mengakhiri konflik antara Amerika Serikat (AS) dan Iran menunjukkan perkembangan positif. Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Qatar Majed al-Ansari mengungkapkan bahwa rancangan kesepakatan yang berpotensi menjadi perjanjian damai kini telah dibahas dan diedarkan kepada pihak-pihak terkait.
Dilansir dari CNN International, Rabu, 5 Agustus 2026, Al-Ansari mendapat pertanyaan mengenai pernyataan berbeda dari pejabat AS dan Iran terkait keberadaan proses negosiasi. Menanggapi hal tersebut, dia memastikan berbagai pihak masih melakukan upaya intensif untuk mencari jalan keluar dalam jangka pendek.
"Kami dapat mengkonfirmasi bahwa upaya masih berlangsung dengan semua pihak. Kami sedang mengupayakan resolusi diplomatik saat ini," katanya.
Al-Ansari menjelaskan bahwa upaya diplomatik di lapangan terus dilakukan untuk meredakan ketegangan antara Washington dan Teheran serta membuka peluang tercapainya kesepakatan.
"(Ada) upaya saat ini di lapangan (untuk menyelesaikan krisis yang berada pada) tahap yang sangat progresif," kata al-Ansari.
"Kami bekerja sama dengan semua pihak untuk melihat upaya ini. Jadi saya dapat mengkonfirmasi bahwa upaya tersebut sedang berlangsung saat ini," imbuhnya.
Baca Juga: Ultimatum Iran, Trump: Kesempatan Terakhir Sebelum 'Pemenggalan'
Menurut Al-Ansari, sejumlah negara di kawasan juga ikut berperan dalam proses diplomasi untuk mencari penyelesaian konflik. Qatar, kata dia, berkoordinasi secara intensif dengan Oman guna membantu memfasilitasi komunikasi antara AS dan Iran.
"(Qatar dan Oman) memfasilitasi pembicaraan antara kedua belah pihak dan bertukar ide serta bertukar draf antara kedua belah pihak," kata Al-Ansari.
Dia menambahkan bahwa rancangan kesepakatan perdamaian antara AS dan Iran saat ini telah menjadi bagian dari proses pembahasan serta pertukaran dokumen antara kedua negara.
"Draf selalu dipertukarkan... Saya dapat memberi tahu Anda bahwa draf kesepakatan yang mungkin telah dibuat dan sedang diedarkan di antara para pihak," katanya.
Al-Ansari mengatakan prioritas para mediator saat ini adalah menemukan solusi jangka pendek yang dapat membawa Washington dan Teheran kembali ke meja perundingan.
"Saat ini, kami belum memiliki kesepakatan apa pun terkait pembicaraan langsung," kata Al-Ansari.
Meski belum ada pembicaraan langsung, Qatar berharap proses diplomasi dapat segera dimulai kembali dan menghasilkan kesepakatan yang lebih luas untuk mengakhiri ketegangan.
"Kami berharap jika kami dapat memulai kembali pembicaraan dalam waktu dekat, kami akan dapat mendorong kesepakatan besar yang akan membantu kami kembali ke situasi damai di kawasan kami," lanjutnya.
Ilustrasi - Rudal Zolfaghar dan Qadr dipamerkan di tengah kian memanasnya aksi saling serang antara Iran dan AS di Lapangan Azadi, Teheran, Iran, pada Jumat, 24 Juli 2026 (Antara)