Kerangka Wanita Hamil Berusia 9.000 Tahun Ditemukan

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 11 Agu 2026, 08:55
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Ilustrasi Tengkorak Manusia Ilustrasi Tengkorak Manusia (Pixabay)

Ntvnews.id, Stockholm - Kerangka seorang perempuan yang diperkirakan hidup sekitar 9.000 tahun lalu ditemukan di sebuah gua pada pulau kecil di Swedia. Menariknya, kerangka tersebut ditemukan dalam kondisi sedang mengandung dan janinnya masih berada di dalam rahim.

Dilansir dari AFP, Selasa, 11 Agustus 2026, arkeolog Alexander Roesen Sjostrand, peneliti independen yang berafiliasi dengan Universitas Uppsala, menyebut penemuan tersebut sebagai sesuatu yang "sangat tidak biasa".

Kerangka itu ditemukan di sebuah gua yang terletak di pulau kecil lepas pantai Pulau Gotland, Swedia. Sjostrand diketahui telah melakukan penggalian arkeologi di lokasi tersebut sejak 2023.

Bersama sejumlah peneliti lainnya, Sjostrand kini telah mencapai lapisan paling dalam dari gua tersebut. Lapisan itu diperkirakan berasal dari periode Zaman Batu.

"Kami kini telah menemukan kerangka seorang wanita muda yang telah dikuburkan dengan cara tertentu. Terdapat janin yang kondisinya sangat terjaga dengan baik di dalam rahimnya," ujar peneliti tersebut kepada AFP.

Baca Juga: Peneliti Bongkar Bukti Arkeologis Keberadaan Yesus Kritus

Sjostrand memperkirakan kerangka tersebut berasal dari rentang waktu antara 7.000 hingga 10.000 tahun lalu. Namun, berdasarkan posisi dan lapisan tempat kerangka ditemukan, usia yang paling mungkin diperkirakan sekitar 9.000 tahun.

Untuk mendapatkan kepastian mengenai usia kerangka, tim peneliti berencana melakukan analisis penanggalan karbon.

Penemuan tersebut dinilai memberikan petunjuk penting mengenai sejarah awal keberadaan manusia di pulau tersebut. Menurut Sjostrand, keberadaan seorang perempuan hamil yang dikuburkan di lokasi itu mengindikasikan bahwa manusia telah tinggal di pulau tersebut tidak lama setelah wilayah itu muncul di Laut Baltik setelah berakhirnya zaman es terakhir.

Temuan tersebut juga memperkuat dugaan bahwa manusia yang berada di pulau tersebut bukan hanya kelompok penjelajah yang datang sementara, melainkan telah menjalani kehidupan di sana.

"Ini sungguh menarik karena memberikan wawasan mengenai bagaimana penjelajahan dilakukan. Bagaimana orang-orang bepergian pada masa pemburu-pengumpul di Zaman Batu," kata Sjostrand.

HIGHLIGHT

x|close