Abdul El Sayed Bakal Jadi Senator Muslim Pertama AS

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 7 Agu 2026, 08:00
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Abdul El Sayed Abdul El Sayed (NBC)

Ntvnews.id, Washington D.C - Abdul El Sayed berhasil memenangkan pemilihan pendahuluan atau primary Senat Amerika Serikat di Michigan. Kandidat Partai Demokrat itu mengungguli anggota parlemen Haley Stevens dengan perolehan suara yang sangat ketat.

El Sayed hanya unggul 14.893 suara atau kurang dari 1 persen dari Stevens. Selisih tersebut berasal dari lebih dari 1,5 juta suara yang telah dihitung, sekaligus menjadi jumlah suara terbesar dalam sejarah pemilihan di negara bagian tersebut.

"Kemenangan Abdul, menurut pendapat saya, adalah kemenangan paling luar biasa yang dapat saya bayangkan dalam politik Amerika modern," kata Senator Bernie Sanders, tokoh utama gerakan progresif yang sejak awal mendukung pencalonan El Sayed, seperti dikutip dari AP, Jumat, 7 Agustus 2026.

Setelah memenangi primary, perjalanan politik El Sayed belum berakhir. Ia akan menghadapi kandidat Partai Republik Mike Rogers dalam pemilihan Senat yang digelar November mendatang.

Profil Abdul El Sayed

El Sayed merupakan mantan pejabat kesehatan masyarakat berusia 41 tahun. Ia lahir di Detroit dari ayah yang berasal dari Mesir dan ibu berkewarganegaraan Amerika Serikat.

Sebelumnya, El Sayed belum pernah menduduki jabatan publik. Ia pernah mencalonkan diri dalam primary untuk posisi gubernur Michigan, tetapi mengalami kekalahan.

Baca Juga: Zelensky Berhentikan Duta Besar Ukraina untuk Amerika Serikat Olha Stefanishyna

Setelah meraih kemenangan dalam primary Senat, El Sayed mengungkapkan bahwa perjalanan hidupnya bisa saja berbeda apabila bukan karena "kebetulan sejarah".

"Jika bukan karena kebetulan sejarah yang memungkinkan ayah saya bermigrasi ke Detroit untuk kuliah di Wayne State University, saya mungkin sudah menjadi sopir taksi di Mesir, seperti sepupu-sepupu saya," ucapnya, seperti dikutip AFP.

"Saya berkesempatan mengenyam pendidikan di sekolah negeri yang luar biasa dan universitas negeri yang hebat. Biaya pendidikan kedokteran saya juga ditanggung. Itulah yang diberikan Amerika kepada saya," lanjut dia.

El Sayed merupakan ahli epidemiologi yang memiliki latar belakang akademik kuat. Ia menempuh pendidikan di University of Michigan dan Columbia University di New York.

Selain itu, ia pernah belajar di Oxford University melalui program beasiswa Rhodes, salah satu beasiswa pendidikan paling bergengsi di dunia.

Dalam karier profesionalnya, El Sayed pernah menjabat sebagai direktur layanan kesehatan masyarakat Wayne County, wilayah yang mencakup Kota Detroit.

Abdul El Sayed  <b>(NBC)</b> Abdul El Sayed (NBC)

El Sayed dikenal sebagai figur yang karismatik dan memiliki kemampuan komunikasi yang kuat. Keterampilannya dalam berkampanye terbukti efektif ketika ia menghadapi persaingan internal Partai Demokrat yang mempertemukan kelompok moderat dengan kubu progresif yang salah satunya didukung Bernie Sanders.

Michigan sendiri merupakan salah satu swing state atau negara bagian yang kerap menjadi penentu dalam pemilihan umum AS. Pada Pilpres 2024, Presiden Donald Trump berhasil memenangkan Michigan, yang selama ini dikenal sebagai basis masyarakat kelas pekerja dan industri manufaktur otomotif.

Dalam primary, El Sayed mengandalkan dukungan kelompok progresif yang kecewa terhadap periode kedua pemerintahan Trump. Ia juga mengangkat berbagai persoalan fundamental yang dinilai mampu menarik dukungan dari pemilih dengan latar belakang politik yang beragam.

El Sayed sebelumnya menyampaikan komitmennya untuk "menghilangkan pengaruh uang dalam politik, menempatkan uang di saku Anda, dan mengesahkan kebijakan Medicare untuk semua."

Di sisi lain, manuver politik El Sayed mendapat serangan dari Partai Republik. Mereka menggambarkannya sebagai sosok ekstremis yang berbahaya, sekaligus menyoroti latar belakang Arab dan Muslim yang dimilikinya.

El Sayed memang dikenal sebagai salah satu pengkritik keras kebijakan Israel. Meski demikian, ia telah berulang kali menegaskan bahwa dirinya bukan seorang antisemit.

Sejumlah tokoh Partai Republik, termasuk Trump, menuduh El Sayed membenci orang Yahudi dan Israel serta memiliki simpati terhadap kelompok jihadis.

"Aliansi komunis dan kelompok Islamis sedang mengambil alih Partai Demokrat," komentar Kaukus Senat Partai Republik.

Serangan dan narasi politik semacam itu diperkirakan akan menjadi bagian penting dari persaingan menuju pemilihan paruh waktu AS pada November mendatang.

HIGHLIGHT

x|close