Ntvnews.id, Jakarta -Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/BKKBN terus mengintensifkan penguatan peran keluarga sebagai lingkungan pengasuhan pertama dan utama. Langkah ini krusial guna mewujudkan ruang yang aman bagi anak, terutama di tengah pesatnya perkembangan teknologi era digital yang membawa tantangan baru dalam pola pengasuhan.
Mendukbangga/Kepala BKKBN Wihaji menegaskan bahwa era new civilization atau perubahan peradaban menuntut orang tua untuk adaptif tanpa merenggut peran inti keluarga dalam pembentukan karakter anak. Kehadiran gawai yang makin melekat pada aktivitas harian anak dinilai memiliki pengaruh besar dalam dinamika keluarga modern.
"Perubahan peradaban atau new civilization telah menghadirkan tantangan baru dalam kehidupan keluarga. Kehadiran gawai yang semakin dekat dengan anak menuntut orang tua untuk mampu beradaptasi dalam pola pengasuhan, tanpa kehilangan peran sebagai lingkungan pertama dan utama pembentukan karakter. Dalam perspektif kementerian kita, gawai adalah keluarga baru yang mempengaruhi algoritma kita semua," ujar Wihaji dalam keterangan resminya di Jakarta, Rabu (5/8/2026).
Baca juga:BKKBN: SDM Tanpa Stunting Jadi Kunci Indonesia Maju 2045
Urgensi penguatan pengasuhan keluarga kian diperkuat oleh data Indonesia-National Adolescent Mental Health Survey (I-NAMHS) 2022. Laporan tersebut mencatat setidaknya 15,5 juta atau sekitar 34,9 persen remaja di Indonesia mengalami masalah kesehatan mental. Berangkat dari kondisi tersebut, Kemendukbangga/BKKBN berkomitmen menyiapkan generasi yang sehat, tangguh, dan berkualitas lewat penguatan fungsi keluarga.
Meski demikian, Wihaji menggarisbawahi bahwa penyiapan ruang aman ini membutuhkan gerakan lintas sektor. Melalui Gerakan Nasional Ruang Aman dan Nyaman Anak (GERNAS RANA) yang diinisiasi oleh Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK), kolaborasi antarpihak terus ditingkatkan.
"Isu GERNAS RANA ini sangat mendasar dan urgent (penting) karena berkaitan dengan sumber daya manusia ke depan," tambahnya.
Sebagai landasan operasional pengasuhan, Kemendukbangga/BKKBN terus mendorong optimalisasi delapan fungsi keluarga. Kedelapan fungsi tersebut meliputi fungsi keagamaan, sosial budaya, cinta kasih, perlindungan, reproduksi, sosialisasi dan pendidikan, ekonomi, serta pembinaan lingkungan. Pedoman ini diyakini mampu membentengi keluarga dalam merespons perubahan zaman, termasuk meminimalkan dampak negatif di ruang digital.
Baca juga:IKKT PWA Enam Dekade Berkarya Mewujudkan Kesejahteraan Keluarga yang Berkualitas
Kolaborasi Enam Kementerian Lawan Kekerasan Anak
Komitmen perlindungan anak ini dieksekusi secara terpadu melalui sinergi enam kementerian. Selain Kemenko PMK dan Kemendukbangga/BKKBN, empat instansi lain yang terlibat dalam GERNAS RANA adalah Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi), Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA), serta Kementerian Agama.
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno menjelaskan bahwa kesuksesan GERNAS RANA diukur secara konkret melalui penurunan tingkat kekerasan terhadap anak yang mencakup empat ranah penjaminan: lingkungan keluarga, satuan pendidikan, ruang publik, dan ruang digital.
"Dan tentu saja indikator kita adalah menurunnya angka kekerasan. Jadi itu indikator yang paling mudah untuk dilihat, kekerasan. Sekali lagi kekerasan dalam keluarga, dalam satuan pendidikan, di ruang publik, dan juga di ruang digital," jelas Pratikno di Jakarta, Selasa (4/8/2026).
Baca juga:BKKBN Buka Layanan Aduan Daycare Bermasalah, Masyarakat Diminta Lebih Waspada
Melalui kokohnya peran keluarga dan kolaborasi antar-lembaga pemerintah, GERNAS RANA diharapkan menjadi langkah strategis untuk melahirkan generasi penerus bangsa yang berkarakter, sehat, serta siap menyongsong masa depan.
(Sumber:Antara)
Mendukbangga/Kepala BKKBN Wihaji (dua dari kanan) dalam pertemuan bersama media di Kementerian Komunikasi dan Digital, Jakarta, Selasa (4/8/2026) terkait Gerakan Nasional Ruang Aman dan Nyaman Anak (GERNAS RANA) (Antara)