Pemerintah Perkuat Kolaborasi Keluarga dan Sekolah Demi Cetak Generasi Unggul

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 30 Jul 2026, 17:05
thumbnail-author
Annisa Aldifa Keyla
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Mendukbangga/Kepala BKKBN Wihaji (kiri) bersama Mendikdasmen Abdul Mu'ti (kanan) menandatangani nota kesepahaman tentang Sinergi Tugas dan Fungsi di Bidang Kependudukan dan Pembangunan Keluarga serta Pendidikan Dasar dan Menengah di Jakarta Mendukbangga/Kepala BKKBN Wihaji (kiri) bersama Mendikdasmen Abdul Mu'ti (kanan) menandatangani nota kesepahaman tentang Sinergi Tugas dan Fungsi di Bidang Kependudukan dan Pembangunan Keluarga serta Pendidikan Dasar dan Menengah di Jakarta (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/BKKBN menjalin kerja sama dengan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) untuk memperkuat pembangunan keluarga dan dunia pendidikan sebagai upaya mencetak generasi Indonesia yang berkualitas.

Kolaborasi tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman mengenai Sinergi Tugas dan Fungsi di Bidang Kependudukan dan Pembangunan Keluarga serta Pendidikan Dasar dan Menengah oleh Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN Wihaji bersama Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti di Jakarta, Selasa, 28 Juli 2026. Langkah ini menjadi bagian dari persiapan menuju Indonesia Emas 2045.

Dalam keterangan resminya di Jakarta, Rabu, Wihaji menyampaikan bahwa kedua kementerian memiliki banyak program yang dapat dijalankan secara bersama.

"Ada banyak irisan program yang bisa kita sinergikan karena pembangunan generasi berkualitas harus dimulai dari keluarga sebagai benteng pertama dan diperkuat melalui sekolah," ujar Wihaji.

Ia menilai penandatanganan nota kesepahaman tersebut menjadi titik awal untuk memperkuat koordinasi dan kolaborasi lintas sektor dalam membangun sumber daya manusia yang unggul melalui penguatan fungsi keluarga dan pendidikan.

Menurut Wihaji, masa depan Indonesia akan sangat ditentukan oleh kualitas generasi muda, khususnya generasi alpha yang kini sedang menempuh pendidikan dasar dan menengah. Karena itu, peningkatan kompetensi, baik dari aspek fisik maupun mental, harus menjadi perhatian utama.

Baca Juga: Kepala BGN Sudaryono: Jangan Bandingkan Sekolah Rusak dengan MBG

"Kita perkuat kompetensi yang dituntut, bisa punya ketahanan fisik dan mental. Semuanya tergantung dari generasi mudanya," ujarnya.

Selain itu, kedua kementerian sepakat meningkatkan kapasitas guru serta tenaga pendidik agar mampu menghadapi tantangan kesehatan maupun perubahan zaman yang terus berkembang.

Sebagai langkah lanjutan, Kemendukbangga/BKKBN dan Kemendikdasmen akan menerapkan konsep Sekolah Siaga Kependudukan (SSK) melalui lima strategi utama. Program tersebut mencakup integrasi isu kependudukan ke dalam mata pelajaran reguler, pembentukan Pojok Kependudukan, penguatan Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-R) dengan pendidik sebaya dan konselor sebaya yang telah terlatih, memasukkan isu kependudukan dalam kegiatan kepramukaan, serta layanan pengembangan diri berupa asesmen bakat, perlindungan kesehatan mental, dan pelatihan industri digital.

"Kami akan koordinasikan di tingkat dasar, lalu masing-masing direktorat akan menindaklanjuti bidang-bidang yang bisa dikerjasamakan," ucap Wihaji.

Sementara itu, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti mengatakan implementasi nota kesepahaman tersebut akan diteruskan oleh unit teknis di masing-masing kementerian melalui berbagai program kolaboratif. Program tersebut meliputi penguatan peran guru, pendidikan keluarga, hingga pendampingan bagi remaja dalam menghadapi tantangan perkembangan zaman. Dengan demikian, proses pendidikan tidak hanya berlangsung di ruang kelas, tetapi juga diperkuat oleh lingkungan keluarga dan masyarakat.

Baca Juga: Terpopuler: Kebakaran RS Amerta Husdha Denpasar, Sudaryono Soal MBG Disebut Boros Rp10,5 T per Tahun

Melalui sinergi antara keluarga dan sekolah, Kemendukbangga/BKKBN bersama Kemendikdasmen optimistis dapat menciptakan generasi yang sehat secara fisik dan mental, berkarakter, cerdas, serta memiliki daya saing tinggi. Kerja sama tersebut diharapkan menjadi fondasi penting dalam menyiapkan sumber daya manusia menuju Indonesia Emas 2045.

(Sumber: Antara)

x|close