Dikabarkan Mundur, Presiden Iran Pezeshkian Buka Suara

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 5 Agu 2026, 07:30
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Arsip - Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyampaikan pidato di Aula Konferensi Pemimpin pada kesempatan Hari Usaha Kecil Arsip - Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyampaikan pidato di Aula Konferensi Pemimpin pada kesempatan Hari Usaha Kecil (Antara)

Ntvnews.id, Taheran - Presiden Iran Masoud Pezeshkian memberikan tanggapan atas kabar yang menyebut dirinya akan mengundurkan diri di tengah konflik yang berlangsung dengan Amerika Serikat dan Israel.

Dilansir dari Anadolu Agiency, Rabu, 5 Agustus 2026, Pezeshkian membantah isu tersebut dan memastikan dirinya tetap menjalankan tanggung jawab sebagai kepala pemerintahan Iran. Ia menegaskan tidak memiliki rencana untuk meninggalkan jabatannya dan akan terus melanjutkan perjuangan.

"Jika saya akan mengundurkan diri, saya akan mengumumkannya secara terbuka. Saya tidak akan mengundurkan diri, dan saya akan melanjutkan perjuangan," kata Pezeshkian dalam pidato yang disiarkan televisi. Sebagian isi pidatonya kemudian dipublikasikan kantor berita resmi Iran, IRNA, dan dikutip Anadolu Agency.

Pezeshkian juga menepis kabar mengenai adanya perselisihan antara dirinya dengan Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei serta jajaran angkatan bersenjata. Menurutnya, hubungan antara pihak-pihak tersebut tetap berjalan dengan baik.

"kami bekerja dalam harmoni penuh." jelasnya/

Baca Juga: Presiden Iran Masoud Pezeshkian Sehat Usai Serangan AS-Israel

"Semua orang tahu bahwa jika ada perselisihan yang muncul, angkatan bersenjata akan berdiri bersama Khamenei," kata Pezeshkian.

Sebelumnya, media oposisi Iran menyebarkan klaim bahwa Pezeshkian telah beberapa kali menyampaikan permohonan pengunduran diri kepada Khamenei. Namun, kabar tersebut kini dibantah langsung oleh Pezeshkian.

Iran saat ini masih berada dalam situasi konflik dengan Amerika Serikat dan Israel. Pertempuran tersebut bermula pada Februari ketika Washington dan Tel Aviv melancarkan serangan bersama ke Iran. Teheran kemudian merespons dengan meluncurkan serangan drone dan rudal ke sejumlah negara Teluk yang menjadi lokasi aset militer Amerika Serikat.

Amerika Serikat dan Iran sempat menyepakati gencatan senjata pada April. Kedua negara kemudian menandatangani nota kesepahaman yang dimediasi Pakistan pada Juni dengan tujuan mengakhiri konflik militer serta membuka jalan menuju kesepakatan perdamaian jangka panjang.

Namun, kesepakatan tersebut kembali runtuh pada bulan lalu. Kedua pihak terlibat saling serang selama hampir dua pekan sebelum Presiden Amerika Serikat Donald Trump secara mendadak memerintahkan penghentian serangan udara di tengah munculnya laporan mengenai pembicaraan untuk mencari jalan keluar dari konflik.

TERKINI

Dikabarkan Mundur, Presiden Iran Pezeshkian Buka Suara

Luar Negeri Rabu, 5 Agu 2026 | 07:30 WIB

Jaringan Listrik Kuba Kembali Kolaps

Luar Negeri Rabu, 5 Agu 2026 | 07:10 WIB

Media Israel Ejek Ancaman Trump ke Iran

Luar Negeri Rabu, 5 Agu 2026 | 07:00 WIB

Zelensky Copot Dubes Ukraina untuk AS, Ada Apa?

Luar Negeri Rabu, 5 Agu 2026 | 06:45 WIB

Tentara Rusia Tembak Rekan dan Warga Sipil, 4 Tewas

Luar Negeri Rabu, 5 Agu 2026 | 06:20 WIB

3 Singa di Kebun Binatang Mati Diduga Akibat Gelombang Panas

Luar Negeri Rabu, 5 Agu 2026 | 06:15 WIB

Iran Sasar Pusat Data AI di Timur Tengah, Ekonomi AS Tertekan

Luar Negeri Rabu, 5 Agu 2026 | 05:50 WIB
Load More

HIGHLIGHT

x|close