Ntvnews.id, Taheran - Presiden Iran Masoud Pezeshkian memberikan tanggapan atas kabar yang menyebut dirinya akan mengundurkan diri di tengah konflik yang berlangsung dengan Amerika Serikat dan Israel.
Dilansir dari Anadolu Agiency, Rabu, 5 Agustus 2026, Pezeshkian membantah isu tersebut dan memastikan dirinya tetap menjalankan tanggung jawab sebagai kepala pemerintahan Iran. Ia menegaskan tidak memiliki rencana untuk meninggalkan jabatannya dan akan terus melanjutkan perjuangan.
"Jika saya akan mengundurkan diri, saya akan mengumumkannya secara terbuka. Saya tidak akan mengundurkan diri, dan saya akan melanjutkan perjuangan," kata Pezeshkian dalam pidato yang disiarkan televisi. Sebagian isi pidatonya kemudian dipublikasikan kantor berita resmi Iran, IRNA, dan dikutip Anadolu Agency.
Pezeshkian juga menepis kabar mengenai adanya perselisihan antara dirinya dengan Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei serta jajaran angkatan bersenjata. Menurutnya, hubungan antara pihak-pihak tersebut tetap berjalan dengan baik.
"kami bekerja dalam harmoni penuh." jelasnya/
Baca Juga: Presiden Iran Masoud Pezeshkian Sehat Usai Serangan AS-Israel
"Semua orang tahu bahwa jika ada perselisihan yang muncul, angkatan bersenjata akan berdiri bersama Khamenei," kata Pezeshkian.
Sebelumnya, media oposisi Iran menyebarkan klaim bahwa Pezeshkian telah beberapa kali menyampaikan permohonan pengunduran diri kepada Khamenei. Namun, kabar tersebut kini dibantah langsung oleh Pezeshkian.
Iran saat ini masih berada dalam situasi konflik dengan Amerika Serikat dan Israel. Pertempuran tersebut bermula pada Februari ketika Washington dan Tel Aviv melancarkan serangan bersama ke Iran. Teheran kemudian merespons dengan meluncurkan serangan drone dan rudal ke sejumlah negara Teluk yang menjadi lokasi aset militer Amerika Serikat.
Amerika Serikat dan Iran sempat menyepakati gencatan senjata pada April. Kedua negara kemudian menandatangani nota kesepahaman yang dimediasi Pakistan pada Juni dengan tujuan mengakhiri konflik militer serta membuka jalan menuju kesepakatan perdamaian jangka panjang.
Namun, kesepakatan tersebut kembali runtuh pada bulan lalu. Kedua pihak terlibat saling serang selama hampir dua pekan sebelum Presiden Amerika Serikat Donald Trump secara mendadak memerintahkan penghentian serangan udara di tengah munculnya laporan mengenai pembicaraan untuk mencari jalan keluar dari konflik.
Arsip - Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyampaikan pidato di Aula Konferensi Pemimpin pada kesempatan Hari Usaha Kecil (Antara)