Pemprov DKI Bergerak Cepat Tangani Ancaman Bom di SDN Srengseng Sawah 15, Siswa Dipulangkan

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 13 Jul 2026, 11:35
thumbnail-author
Adiansyah
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) hari pertama di SDN Srengseng Sawah 15, Jakarta Selatan, pada Senin (13/7), terpaksa dihentikan setelah pihak sekolah menerima ancaman teror bom melalui pesan WhatsApp. Kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) hari pertama di SDN Srengseng Sawah 15, Jakarta Selatan, pada Senin (13/7), terpaksa dihentikan setelah pihak sekolah menerima ancaman teror bom melalui pesan WhatsApp. (depok24jam)

Ntvnews.id

, JakartaPemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memastikan penanganan ancaman bom di SDN Srengseng Sawah 15, Jakarta Selatan, dilakukan secara cepat pada hari pertama masuk sekolah Tahun Ajaran 2026/2027. Insiden tersebut terjadi saat para siswa mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS).

Pemprov DKI menegaskan bahwa keselamatan peserta didik, tenaga pendidik, dan seluruh warga sekolah menjadi prioritas utama dalam penanganan peristiwa tersebut.

Staf Khusus Gubernur dan Wakil Gubernur Jakarta Bidang Komunikasi Publik, Chico Hakim menjelaskan bahwa ancaman diterima pada Senin pagi ketika para siswa sedang berkumpul di lapangan sekolah untuk mengikuti kegiatan MPLS.

Menurutnya, seorang guru dan tenaga kependidikan menerima pesan WhatsApp dari nomor yang tidak dikenal yang berisi ancaman peledakan bom di lingkungan sekolah. Laporan tersebut langsung ditindaklanjuti agar langkah pengamanan dapat segera dilakukan.

"Salah seorang guru dan tenaga kependidikan menerima pesan WhatsApp dari nomor tidak dikenal yang berisi ancaman peledakan bom di lokasi tersebut," kata Chico dalam keterangannya, Senin, 13 Juli 2026.

Usai menerima laporan, Pemprov DKI Jakarta segera berkoordinasi dengan berbagai unsur keamanan, termasuk Polsek setempat, Tim Gegana, dan Densus 88 Antiteror. Tim Gegana langsung melakukan sterilisasi dan penyisiran di seluruh area sekolah guna memastikan kondisi benar-benar aman dari potensi ancaman bahan peledak.

Chico Hakim <b>(NTVNews.id/ Adiansyah)</b> Chico Hakim (NTVNews.id/ Adiansyah)

Sementara itu, Densus 88 melakukan pelacakan terhadap nomor telepon yang digunakan untuk mengirimkan pesan ancaman sebagai bagian dari proses penyelidikan.

Sebagai langkah pencegahan, seluruh aktivitas belajar mengajar di SDN Srengseng Sawah 15 dihentikan sementara. Seluruh siswa dipulangkan ke rumah masing-masing guna memastikan keamanan mereka selama proses sterilisasi berlangsung.

"Untuk memastikan keselamatan seluruh siswa, guru, dan warga sekolah, seluruh aktivitas dihentikan sementara dan seluruh siswa telah dipulangkan ke rumah masing-masing. Orang tua/wali siswa telah dikomunikasikan melalui Kepala Sudin Pendidikan dan Kapolsek terkait. Proses pelacakan terhadap nomor pengirim pesan ancaman juga dilakukan secara paralel oleh Densus 88," ungkapnya.

Chico Hakim juga menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengutamakan keselamatan seluruh peserta didik, guru, tenaga kependidikan, serta civitas akademika sekolah.

Ia mengapresiasi respons cepat aparat keamanan dan koordinasi lintas instansi yang dinilai berjalan efektif dalam menangani situasi tersebut. Menurutnya, hingga saat ini kondisi di lokasi tetap terkendali, sementara proses penanganan dan penyelidikan masih terus berlangsung.

"Perkembangan lebih lanjut akan kami sampaikan secara transparan kepada masyarakat. Kami mohon dukungan dan doa agar proses ini berjalan lancar dan sekolah dapat kembali aman untuk kegiatan pembelajaran," tutup Chico.

x|close