DPRD Respons Soal Usulan Langganan TransJakarta Rp200 Ribu per Bulan

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 6 Jul 2026, 16:32
thumbnail-author
Adiansyah
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Bus Transjakarta. Bus Transjakarta. (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Usulan tarif langganan TransJakarta sebesar Rp200.000 per bulan yang diajukan Dewan Transportasi Kota Jakarta (DTKJ) mendapat respons positif dari DPRD DKI Jakarta.

Meski dinilai dapat menghemat biaya transportasi bagi pekerja, DPRD meminta pemerintah tetap memperhatikan masyarakat yang tidak menggunakan TransJakarta setiap hari.

Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta, M. Taufik Zoelkifli menilai bahwa skema langganan tersebut cukup menarik karena memberikan biaya perjalanan yang lebih murah dibandingkan membeli tiket harian.

Taufik menjelaskan, apabila tarif reguler TransJakarta benar-benar naik menjadi Rp5.000 per perjalanan, maka pengguna yang bepergian pulang-pergi setiap hari kerja akan mengeluarkan biaya sekitar Rp250.000 per bulan. Dengan adanya paket langganan senilai Rp200.000, tentu pengguna bisa menghemat pengeluaran transportasi hingga sekitar 20 persen.

"Kalau kita hitung dalam satu bulan, misalnya orang naik 25 hari kerja, pulang-pergi berarti Rp5.000 dikali dua, jadi Rp10.000 per hari. Dalam sebulan sekitar Rp250.000," katanya di Jakarta, Senin, 6 Juli 2026.

"Nah, bagus juga DTKJ bilang akan disediakan paket langganan Rp200.000. Berarti memang lebih murah daripada beli tiket harian. Ini saya nilai usulan yang bagus," sambung dia.

Tetapi, Taufik menyoroti kelompok masyarakat yang tidak menggunakan TransJakarta secara rutin, seperti pekerja informal atau warga dengan mobilitas yang tidak menentu.

Menurutnya, kelompok ini kemungkinan tidak akan membeli paket langganan karena dinilai kurang menguntungkan. Akibatnya, mereka tetap harus membayar tarif reguler Rp5.000 setiap kali menggunakan layanan.

Bus Transjakarta. Antara Foto /Bayu Pratama S/rwa. Bus Transjakarta. Antara Foto /Bayu Pratama S/rwa.

Ia mengusulkan agar mengkaji kemungkinan pemberian tarif khusus atau skema diskon bagi masyarakat berpenghasilan rendah yang tidak termasuk penerima layanan transportasi gratis.

"Jadi kalau langsung Rp5.000 bagi kelompok yang tidak bisa berlangganan tetapi termasuk masyarakat berpenghasilan rendah, mungkin perlu ada kajian lagi. Misalnya tetap Rp4.000 atau bagaimana. Perlu ada kajian khusus untuk kelompok itu," katanya.

Sebelumnya, Ketua DTKJ Sugihardjo mengusulkan penerapan paket langganan TransJakarta sebesar Rp200.000 per bulan sebagai bagian dari rencana penyesuaian tarif transportasi umum di Jakarta.

Usulan tersebut berjalan beriringan dengan rencana kenaikan tarif reguler menjadi Rp5.000 untuk layanan Bus Rapid Transit (BRT), non-BRT, serta layanan yang telah terintegrasi dalam sistem TransJakarta.

Menurut Sugihardjo, skema langganan telah banyak diterapkan di berbagai negara dan dapat menjadi solusi agar biaya transportasi harian bagi pekerja tetap lebih ekonomis.

Perhitungan paket langganan didasarkan pada asumsi pengguna melakukan perjalanan pulang-pergi selama 25 hari kerja dalam satu bulan. Dengan biaya normal mencapai sekitar Rp250.000, DTKJ mengusulkan potongan sekitar 20 persen, sehingga tarif langganan menjadi Rp200.000 per bulan.

"Jadi, kalau orang yang bekerja hitungannya sehari sebulan 25 hari kerja, itu tarifnya mestinya kalau Rp5.000 berangkat, Rp5.000 pulang, udah Rp10.000. Kan jadi kali 25 hari berapa? Rp250.000," ujarnya.

x|close