Ntvnews.id, Jakarta - Apple dikabarkan sedang berupaya mendapatkan izin dari pemerintah Amerika Serikat untuk membeli chip memori dari perusahaan asal China, ChangXin Memory Technologies (CXMT). Langkah tersebut dilakukan di tengah meningkatnya tekanan pasokan komponen serta melonjaknya harga memori di pasar global.
Mengutip laporan Gizmochina pada Selasa, 30 Juni 2026, upaya itu muncul setelah Samsung menaikkan harga RAM hingga 100 persen pada awal tahun ini. Apple disebut menerima kenaikan harga tersebut tanpa melakukan negosiasi ulang dengan pemasok.
Analis TF International Securities Ming-Chi Kuo menilai industri teknologi global saat ini menghadapi tantangan serius berupa kelangkaan memori yang diperkirakan masih akan berlangsung hingga 2027.
Menurut Kuo, ancaman terbesar bagi industri bukan hanya kenaikan harga komponen, tetapi juga potensi keterbatasan pasokan yang dapat mengganggu produksi berbagai perangkat elektronik.
Baca Juga: Apple Jajaki Kerja Sama Produksi Chip dengan Samsung dan Intel
Ia menjelaskan Apple tengah mendorong agar CXMT tidak dimasukkan ke dalam daftar entitas yang dibatasi pemerintah AS. Dengan demikian, perusahaan asal Cupertino itu memiliki peluang untuk menggunakan chip DRAM buatan produsen China tersebut.
CXMT sendiri merupakan produsen DRAM terbesar di China. Namun perusahaan tersebut berada dalam pengawasan pemerintah AS karena diduga memiliki keterkaitan dengan militer China. Status itu menjadi kendala bagi perusahaan teknologi Amerika yang ingin menjalin kerja sama bisnis dengan perusahaan yang masuk daftar pengawasan.
Meski menghadapi hambatan regulasi, Apple tetap mencari alternatif pemasok untuk mengantisipasi keterbatasan ketersediaan chip memori yang digunakan pada perangkat konsumen.
Kuo memperkirakan sekitar 15 hingga 20 persen kapasitas produksi memori yang sebelumnya diperuntukkan bagi perangkat elektronik konsumen pada 2026 akan dialihkan ke kebutuhan pusat data dan infrastruktur kecerdasan buatan (AI) pada 2027.
Baca Juga: Apple Dikabarkan Uji Produksi Chipset iPhone Bersama Intel
Perubahan alokasi tersebut diperkirakan akan berdampak pada ketersediaan memori LPDDR yang banyak digunakan pada ponsel pintar dan perangkat mobile lainnya.
Akibat kondisi itu, pesanan chip A20 milik Apple yang direncanakan untuk perangkat generasi mendatang berpotensi turun sekitar 10 hingga 20 persen dibandingkan target awal pada periode akhir 2026 hingga awal 2027.
Dalam beberapa bulan terakhir, harga memori DRAM dan NAND juga terus meningkat seiring tekanan pasokan global. CEO Apple Tim Cook sebelumnya mengakui bahwa biaya komponen memori mengalami kenaikan yang cukup signifikan.
Kuo menilai masuknya CXMT ke dalam rantai pasok Apple belum tentu langsung menyelesaikan persoalan kelangkaan komponen maupun menekan biaya produksi secara drastis. Salah satu alasannya adalah kapasitas produksi perusahaan China tersebut yang masih terbatas.
Meski demikian, langkah itu dinilai penting untuk memperluas sumber pasokan Apple dan mengurangi ketergantungan pada pemasok tertentu, terutama ketika pengembangan fitur-fitur AI di perangkat Apple membutuhkan kapasitas memori yang semakin besar.
Hingga saat ini, belum ada kepastian apakah pemerintah Amerika Serikat akan menyetujui permintaan Apple tersebut.
Ilustrasi - Toko Apple di Fifth Avenue, New York City, Amerika Serikat. (Antara)