Iran Bantah Trump soal Rencana Perundingan Langsung dengan AS di Qatar

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 1 Jul 2026, 06:15
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Arsip foto - Presiden AS Donald Trump mengadakan konferensi pers tak lama setelah insiden penembakan di acara White House Correspondents' Dinner di Gedung Putih di Washington, DC, Alerika Serikat, Minggu (25/4/2026). ANTARA/Celal Güne?/Anadolu/pri. Arsip foto - Presiden AS Donald Trump mengadakan konferensi pers tak lama setelah insiden penembakan di acara White House Correspondents' Dinner di Gedung Putih di Washington, DC, Alerika Serikat, Minggu (25/4/2026). ANTARA/Celal Güne?/Anadolu/pri. (Antara)

Ntvnews.id, Taheran - Pemerintah Iran membantah pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang menyebut bahwa Teheran dan Washington akan menggelar perundingan lanjutan di Qatar pada Selasa, 20 Juni 2026.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, menegaskan bahwa pemerintah Iran tidak memiliki agenda pertemuan dengan pejabat Amerika Serikat dalam waktu dekat, termasuk dalam forum apa pun yang akan berlangsung di Doha.

"Saya menegaskan bahwa kami tidak menjadwalkan pertemuan apa pun dengan pihak Amerika di tingkat mana pun dalam beberapa hari ke depan," kata Baghaei seperti dikutip dari Al Jazeera, Rabu, 1 Juli 2026.

Meski demikian, Baghaei membenarkan adanya agenda pertemuan di Qatar. Namun, ia menegaskan bahwa delegasi Iran dan Amerika Serikat tidak akan melakukan pertemuan maupun perundingan secara langsung dalam kesempatan tersebut.

Menurut Baghaei, agenda yang akan berlangsung di Doha kemungkinan besar berfokus pada pembahasan implementasi sejumlah klausul dalam nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU) yang baru-baru ini ditandatangani kedua negara di Swiss.

Baca Juga: Trump Ancam Tarif 100 Persen bagi Negara yang Kenakan Pajak Digital pada Perusahaan AS

Pertemuan tersebut berlangsung di tengah meningkatnya kembali ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat, setelah kedua pihak terlibat aksi saling serang pada akhir pekan lalu menyusul insiden terhadap kapal komersial berbendera Singapura di Selat Hormuz.

"Yang kemungkinan akan dilakukan di Doha besok adalah pembahasan mengenai implementasi sejumlah klausul dalam Memorandum Saling Pengertian (MoU), termasuk klausul yang berkaitan dengan pencairan aset Iran yang dibekukan, bersama pihak Qatar," ucap Baghaei.

Sebelumnya, Presiden Donald Trump mengklaim bahwa Iran telah meminta diadakannya pertemuan dengan Amerika Serikat di Qatar pada Selasa, 30 Juni 2026.

Ilustrasi - Kesepakatan damai negara Iran dan Amerika Serikat. <b>(Antara)</b> Ilustrasi - Kesepakatan damai negara Iran dan Amerika Serikat. (Antara)

"Iran telah meminta pertemuan, pertemuan itu akan berlangsung besok di Doha!" tulis Trump di platform Truth Social pada Senin, 29 Juni 2026.

Setelah pernyataan Trump tersebut, Juru Bicara Gedung Putih Karoline Leavitt menyampaikan bahwa utusan khusus Amerika Serikat Steve Witkoff bersama penasihat sekaligus menantu Presiden Trump, Jared Kushner, dijadwalkan bertolak ke Doha untuk menghadiri pertemuan tersebut.

Hingga saat ini, belum ada indikasi bahwa Iran akan menggelar dialog langsung dengan Amerika Serikat dalam agenda di Qatar, sementara perbedaan pernyataan dari kedua negara kembali menyoroti rumitnya hubungan diplomatik antara Washington dan Teheran.

x|close