Biden Serang Trump Habis-habisan, Sebut Hal 'Mengerikan' Ini

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 30 Jun 2026, 05:30
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Mantan Presiden AS Joe Biden. Mantan Presiden AS Joe Biden. (ANTARA)

Ntvnews.id, Washington D.C - Mantan Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden melancarkan kritik tajam terhadap Presiden AS Donald Trump beserta kebijakan-kebijakannya. Biden secara terbuka menyebut Trump sebagai sosok "pecundang" yang korup, narsistis, dan tidak memiliki kompetensi dalam memimpin Amerika Serikat.

Kritik keras tersebut, sebagaimana dilaporkan CNN dan Anadolu Agency pada Senin (29/6/2026), disampaikan Biden sekitar dua tahun setelah keduanya terlibat perdebatan sengit dalam debat calon presiden AS pada Pemilu 2024 yang berujung pada mundurnya Biden dari pencalonan presiden.

Dalam pidatonya pada acara penggalangan dana Partai Demokrat di Maryland, Sabtu (27/6) malam waktu setempat, Biden melontarkan serangkaian kritik pedas terhadap penggantinya di Gedung Putih itu. Ia menggambarkan Trump sebagai pemimpin yang arogan sekaligus sarat dengan praktik korupsi.

"Bukan hanya proyek-proyek untuk memuaskan egonya, seperti merobohkan Sayap Timur Gedung Putih demi membangun ballroom, mencantumkan namanya di Kennedy Center, membangun gapura untuk menghormati dirinya sendiri, bahkan mempekerjakan tukang kolam renang pribadinya untuk memperbaiki kolam refleksi. Wah! Benar-benar pecundang," kata Biden saat berbicara di hadapan peserta acara yang digelar di sebuah kasino di Maryland.

Dalam pidato berdurasi sekitar 10 menit tersebut, Biden menyampaikan salah satu kritik paling keras yang pernah ia lontarkan terhadap Trump sejak meninggalkan Gedung Putih.

Baca Juga: Didiagnosis Idap Kanker Prostat Agresif, Joe Biden Sampaikan Pesan Menyentuh

"Kolam refleksi itu mencerminkan sesuatu yang jauh lebih buruk daripada narsisme dan inkompetensi yang menjadi inti pemerintahan ini," ujarnya.

"Yaitu korupsi, korupsi yang dilakukan secara terang-terangan dan tanpa rasa malu. Korupsi dalam skala yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah pemerintahan Amerika," lanjut Presiden ke-46 AS tersebut.

Biden juga mengecam rencana Trump yang disebutnya ingin memberikan kompensasi kepada para pelaku kerusuhan di Gedung Capitol AS pada 6 Januari 2021.

"Yang membuat saya marah adalah Trump ingin memberikan uang wajib pajak, uang Anda, kepada para pelaku pemberontakan 6 Januari. Itulah yang ingin dia lakukan," ujar Biden kepada hadirin.

"Orang-orang ini tidak pantas mendapatkan kompensasi. Mereka pantas dijebloskan ke penjara untuk waktu yang sangat, sangat, sangat lama," imbuhnya.

Hingga saat ini, Trump maupun pihak Gedung Putih belum memberikan tanggapan resmi atas kritik tajam yang disampaikan Biden tersebut.

Sejak meninggalkan jabatannya pada awal 2025, Biden diketahui tetap aktif menyampaikan kritik terhadap pemerintahan Trump. Dalam beberapa pekan terakhir, ia menghadiri sejumlah kegiatan Partai Demokrat di Maryland, South Dakota, dan negara bagian asalnya, Delaware, sebagai bagian dari upaya konsolidasi politik partainya di tengah masa jabatan kedua Trump.

Namun, langkah politik Biden itu dilakukan di tengah situasi yang tidak sepenuhnya menguntungkan. Sebagian anggota Partai Demokrat masih menyimpan kekecewaan terhadap cara Biden menangani kontestasi Pemilu 2024.

Berdasarkan hasil jajak pendapat terbaru CNN yang dilakukan oleh SSRS, tingkat pandangan positif publik terhadap Biden hanya mencapai 30 persen. Angka tersebut menjadi yang terendah dibandingkan seluruh periode masa kepresidenannya.

x|close