Trump Berselisih dengan Anggota Partainya Sendiri, Ini Penyebanya

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 26 Jun 2026, 05:42
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Presiden Amerika Serikat Donald Trump. (Antara)

Ntvnews.id, Washington D.C - Presiden Amerika Serikat Donald Trump membuat suasana Kongres memanas setelah terlibat perdebatan dengan sejumlah anggota Partai Republik dalam pertemuan di Capitol, Rabu, 24 Juni 2026 waktu setempat. Ketegangan itu terjadi bersamaan dengan keputusannya membatalkan penandatanganan Rancangan Undang-Undang (RUU) perumahan yang sebelumnya telah dijadwalkan.

Trump semula dijadwalkan menandatangani paket RUU bipartisan mengenai keterjangkauan perumahan dalam sebuah acara resmi. Regulasi tersebut dinilai penting bagi Partai Republik untuk menunjukkan komitmen mereka dalam mengatasi persoalan ekonomi yang menjadi perhatian publik menjelang pemilu sela November mendatang.

Namun, hanya beberapa jam sebelum acara berlangsung, Trump membatalkan agenda tersebut. Ia menegaskan tidak akan menandatangani RUU itu sebelum Kongres menyetujui SAVE America Act, paket aturan pemilu yang selama ini menjadi salah satu prioritas politiknya.

"Konferensi pers dan penandatanganan RUU Perumahan hari ini dibatalkan sampai kita meloloskan SAVE AMERICA ACT yang sangat dibutuhkan, yang saya anggap sebagai keadaan darurat nasional," tulis Trump di platform Truth Social miliknya seperti dikutip dari AFP, Jumat, 26 Juni 2026.

SAVE America Act mengatur kewajiban menunjukkan bukti kewarganegaraan saat mendaftar sebagai pemilih serta identitas berfoto ketika memberikan suara. Partai Demokrat menilai aturan tersebut dapat membatasi hak pilih warga, sedangkan Trump berpendapat kebijakan itu diperlukan untuk menjaga integritas pemilu.

Baca Juga:  Arsip foto - Presiden Amerika Serikat Donald Trump. /ANTARA/Anadolu/pri. <b>(Antara)</b> Arsip foto - Presiden Amerika Serikat Donald Trump. /ANTARA/Anadolu/pri. (Antara)

RUU tersebut masih menghadapi hambatan di Senat karena sejumlah pimpinan Partai Republik telah memperingatkan bahwa aturan itu belum memiliki dukungan yang cukup untuk lolos dalam proses legislasi.

Dalam jamuan makan siang bersama senator Partai Republik, Trump kembali mengangkat isu pemilu 2020 yang hingga kini masih dipersoalkannya. Pertemuan itu kemudian berubah tegang ketika ia mempertanyakan sikap sejumlah senator yang mendukung resolusi Kongres terkait perang Iran.

Senator Bill Cassidy dari Louisiana mengungkapkan bahwa Trump mempertanyakan alasan adanya anggota Partai Republik yang mendukung langkah tersebut.

"Saya berdiri dan berkata, 'Anda belum menjelaskan kepada rakyat Amerika apa yang sebenarnya terjadi. Awalnya perang ini dikatakan hanya akan berlangsung empat minggu, tetapi sekarang sudah berjalan empat bulan. Tujuan awal kita belum tercapai dan saya ingin tahu apa yang sedang terjadi,'" kata Cassidy, seperti dikutip The Hill dan CNN.

Setelah pertemuan berakhir, Trump masih menunjukkan ketidaksenangannya kepada sejumlah anggota partainya.

"Saya tidak menyukai beberapa orang, tetapi tidak apa-apa. Saya rasa kalian tahu siapa yang saya maksud," ujar Trump kepada wartawan.

Baca Juga: PM Italia Semprot Trump

Meski demikian, pada Rabu malam Senat menolak resolusi baru yang bertujuan membatasi kewenangan Trump dalam menangani perang Iran. Keputusan itu dianggap sebagai sinyal perubahan sikap dari sebagian anggota parlemen.

Ketika memasuki jamuan makan siang bersama Pemimpin Mayoritas Senat John Thune, Trump memilih mengabaikan pertanyaan mengenai nasib RUU perumahan. Ia justru menyoroti perkembangan konflik Timur Tengah dengan menyatakan bahwa perang tersebut "berjalan sangat baik" dan bahwa "Iran memberikan konsesi yang sangat besar."

RUU perumahan yang tertunda itu sebelumnya memperoleh dukungan bipartisan di Kongres. Paket kebijakan tersebut dirancang untuk meningkatkan ketersediaan rumah, melonggarkan regulasi pembangunan, serta memperluas akses masyarakat terhadap kepemilikan rumah di tengah tingginya biaya hidup dan harga properti.

Meski Trump menolak menandatangani RUU tersebut untuk sementara waktu, langkah itu kemungkinan hanya bersifat simbolis. Berdasarkan Konstitusi AS, sebuah RUU tetap dapat otomatis menjadi undang-undang setelah 10 hari apabila tidak ditandatangani maupun diveto presiden selama Kongres masih bersidang.

x|close