Trump Ancam Pengusaha SPBU Turunkan Harga BBM

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 30 Jun 2026, 14:01
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Siti Ruqoyah
Editor
Bagikan
Arsip foto - Presiden Amerika Serikat Donald Trump saat mengadakan konferensi pers di Gedung Putih di Washington, Amerika Serikat, Sabtu 25 April 2026. ANTARA/Anadolu Agency/Celal Güne?/pri. Arsip foto - Presiden Amerika Serikat Donald Trump saat mengadakan konferensi pers di Gedung Putih di Washington, Amerika Serikat, Sabtu 25 April 2026. ANTARA/Anadolu Agency/Celal Güne?/pri. (Antara)

Ntvnews.id, Washington D.C - Presiden Amerika Serikat Donald Trump mendesak para pengusaha stasiun pengisian bahan bakar (SPBU) di negaranya untuk segera menurunkan harga bahan bakar minyak (BBM) bagi masyarakat.

Trump mengaku telah meminta para pengecer BBM untuk segera memangkas harga jual dan memperingatkan bahwa konsekuensi serius akan muncul apabila permintaan tersebut tidak diindahkan.

"Para pengecer bensin harus menurunkan harga mereka, segera," tulis Trump melalui platform media sosial miliknya, Truth Social, seperti dikutip Al Jazeera, Selasa, 30 Juni 2026.

Dalam pernyataannya, Trump juga menegaskan bahwa tidak boleh ada praktik manipulasi harga di sektor bahan bakar.

"Tidak akan ada manipulasi harga, yang sepenuhnya ilegal," tulis Trump.

Ia kemudian memperingatkan para pelaku usaha agar segera menyesuaikan harga BBM yang dijual kepada masyarakat.

"Jika pengecer tidak melakukan ini, masalah besar akan muncul! Mulailah menargetkan harga sekitar US$2,50 per galon," tulisnya.

Trump kembali menekankan agar para pengusaha SPBU merespons seruannya dengan cepat demi kepentingan masyarakat Amerika.

Baca Juga: Purbaya Bebaskan Pajak JHT bagi 1,64 Juta Pensiunan

"Para pengecer harus segera merespons pernyataan ini, dan melakukan apa yang mereka tahu benar - turunkan harga (BBM) anda untuk rakyat Amerika kita yang hebat!" jelasnya.

Selain menyoroti harga BBM, Trump secara khusus mengkritik kebijakan perpajakan bahan bakar di California. Ia mendesak pemerintah negara bagian tersebut untuk segera menurunkan pajak bensin yang dinilai terlalu tinggi.

"Segera pajak akan lebih tinggi daripada produk itu sendiri, dan Amerika Serikat tidak akan mentolerirnya, begitu pula rakyat California, yang dirugikan oleh pajak-pajak yang tidak masuk akal ini, dan oleh pemerintah mereka sendiri," tulis Trump.

Pernyataan Trump tersebut kembali menyoroti perseteruannya dengan Gubernur California Gavin Newsom. Selama ini, Newsom dikenal sebagai salah satu tokoh politik yang paling vokal mengkritik berbagai kebijakan Trump, yang menurutnya tidak berpihak pada kepentingan masyarakat secara luas.

TERKINI

Load More
x|close