DPRD Minta Proyek Pemprov Diaudit Usai Bocah Tewas di Lubang Galian Manggarai

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 1 Jul 2026, 12:10
thumbnail-author
Adiansyah
Penulis
thumbnail-author
Siti Ruqoyah
Editor
Bagikan
Pemadam Kebakaran melakukan evakuasi seorang bocah inisial I (4) yang terjebak empat jam di dalam lubang proyek pembangunan lapangan multifungsi di kawasan Manggarai, Tebet Pemadam Kebakaran melakukan evakuasi seorang bocah inisial I (4) yang terjebak empat jam di dalam lubang proyek pembangunan lapangan multifungsi di kawasan Manggarai, Tebet (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Insiden meninggalnya seorang bocah yang terjatuh ke lubang galian proyek pembangunan taman di kawasan Manggarai, Tebet, Jakarta Selatan, memicu desakan agar Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta melakukan evaluasi menyeluruh terhadap seluruh proyek pembangunan yang sedang berjalan.

Anggota Komisi A DPRD DKI Jakarta, Kevin Wu meminta Inspektorat DKI Jakarta agar melakukan audit kepatuhan terhadap standar keselamatan di seluruh proyek yang berada di bawah koordinasi Pemprov DKI. Langkah tersebut dinilai penting untuk memastikan tragedi serupa tidak kembali terjadi.

"Saya meminta Inspektorat DKI melakukan audit kepatuhan terhadap standar keselamatan seluruh proyek yang berada di bawah koordinasi Pemprov DKI, sehingga kejadian serupa tidak terulang di lokasi lain," katanya, Rabu, 1 Juli 2026.

Kevin juga menyampaikan belasungkawa mendalam kepada keluarga korban. Namun, menurutnya, pendampingan dan bantuan dari pemerintah harus dibarengi dengan langkah nyata berupa perbaikan sistem pengawasan proyek.

Ia menegaskan bahwa fokus utama saat ini bukan hanya memberikan dukungan kepada keluarga korban, tetapi memastikan setiap proyek pembangunan di Jakarta memenuhi standar keselamatan yang ketat.

"Belasungkawa dan pendampingan kepada keluarga korban memang merupakan kewajiban pemerintah, namun itu saja tidak cukup. Yg paling penting adalah memastikan peristiwa seperti ini tidak terulang lagi," katanya.

Baca Juga: Pramono: Keluarga Bocah yang Meninggal Terpesorok Galian di Tebet Silahkan Tuntut Pemprov

Kevin Wu <b>(Instagram @sobatkevinwu)</b> Kevin Wu (Instagram @sobatkevinwu)

Lajutnya, Kevin menilai seluruh proyek yang diinisiasi Pemprov DKI, termasuk yang dibiayai melalui skema Corporate Social Responsibility (CSR), harus menjalani evaluasi menyeluruh terhadap sistem keamanan di lapangan.

Menurutnya, setiap area proyek wajib dilengkapi pagar pembatas yang memadai, rambu peringatan yang jelas, pencahayaan yang cukup, hingga sistem pengawasan yang mampu mencegah masyarakat, terutama anak-anak, memasuki zona berbahaya.

Menanggapi pernyataan Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung yang mempersilakan keluarga korban menempuh jalur hukum, Kevin menilai langkah tersebut merupakan bentuk penghormatan terhadap hak setiap warga negara dalam mencari keadilan.

Ia menegaskan bahwa proses hukum harus berjalan secara objektif, independen, dan transparan apabila terdapat dugaan kelalaian dalam pelaksanaan proyek.

"Saya memandang itu sebagai bentuk penghormatan terhadap hak setiap warga negara. Dalam negara hukum, siapa pun berhak mencari keadilan melalui mekanisme hukum apabila merasa dirugikan, dan pemerintah harus menghormati proses tersebut," ujarnya.

Kevin juga meminta aparat penegak hukum mengusut tuntas penyebab insiden tersebut. Jika ditemukan adanya unsur kelalaian, pihak yang bertanggung jawab harus diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Sebagai wakil rakyat, ia menegaskan bahwa keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas dalam setiap proyek pembangunan di Jakarta.

"Peristiwa ini harus menjadi pelajaran penting bagi seluruh pihak. Pembangunan memang harus terus berjalan, tetapi jangan sampai mengorbankan keselamatan warga. Tidak boleh ada satu pun proyek yang mengabaikan aspek keamanan karena nyawa manusia jauh lebih berharga daripada target penyelesaian pekerjaan," tutup Kevin.

x|close