Pramono: Keluarga Bocah yang Meninggal Terpesorok Galian di Tebet Silahkan Tuntut Pemprov

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 29 Jun 2026, 18:35
thumbnail-author
Adiansyah
Penulis
thumbnail-author
Siti Ruqoyah
Editor
Bagikan
Pramono Anung Pramono Anung (NTVNews.id/Adiansyah)

Ntvnews.id, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung menyatakan bahwa Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta tidak akan menghalangi langkah hukum yang mungkin ditempuh keluarga bocah berinisial I (3) yang meninggal dunia setelah terjatuh ke lubang proyek pembangunan lapangan multifungsi di kawasan Manggarai, Tebet, Jakarta Selatan.

Ia mengakui bahwa lokasi kejadian merupakan bagian dari proyek pembangunan taman yang diinisiasi oleh Pemprov DKI Jakarta. Meski demikian, ia menuturkan keluarga korban memiliki hak untuk menempuh jalur hukum apabila menginginkannya.

"Dan kalau kemudian keluarga melakukan penuntutan, kami persilakan karena memang kejadian itu betul-betul di luar dugaan atau yang apa, anak kecil umur 3 tahun tengah malam masuk ke ruang gelap gulita kemudian jatuh ke dalam. Itu kejadian yang sebenarnya," ucapnya di Jakarta Barat, Senin, 29 Juni 2026.

Ia menjelaskan, berdasarkan laporan yang diterimanya, korban saat itu ikut menemani sang ibu yang berjualan teh di kawasan Manggarai. Peristiwa nahas tersebut terjadi sekitar pukul 23.50 WIB ketika korban bermain di area proyek.

Pemadam Kebakaran melakukan evakuasi seorang bocah inisial I (4) yang terjebak empat jam di dalam lubang proyek pembangunan lapangan multifungsi di kawasan Manggarai, Tebet <b>(Antara)</b> Pemadam Kebakaran melakukan evakuasi seorang bocah inisial I (4) yang terjebak empat jam di dalam lubang proyek pembangunan lapangan multifungsi di kawasan Manggarai, Tebet (Antara)

Di lokasi tersebut terdapat lubang pengecoran yang merupakan bagian dari pembangunan taman yang dikelola melalui program Corporate Social Responsibility (CSR). Korban kemudian terjatuh ke dalam lubang dan akhirnya meninggal dunia meski sempat dievakuasi oleh petugas Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat).

Pramono lantas menyampaikan belasungkawa mendalam atas insiden tersebut. Ia menegaskan Pemprov DKI Jakarta telah memberikan pendampingan penuh kepada keluarga korban sejak awal kejadian

"Pemerintah DKI Jakarta merasa berduka dan kehilangan. Dan sekaligus saya pada waktu malam itu juga sudah memerintahkan untuk memberikan support sepenuhnya kepada keluarga termasuk macam-macamnya, sudah ditanggung sepenuhnya oleh Pemerintah DKI Jakarta," ungkapnya.

Selain itu, Pramono juga menginstruksikan jajaran pemerintah wilayah, mulai dari camat hingga lurah, untuk mendampingi keluarga korban sejak proses evakuasi hingga pemakaman.

x|close