Strategi Pramono Tuntaskan 2 Proyek Mangkrak Puluhan Tahun di Jakarta

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 29 Jun 2026, 16:10
thumbnail-author
Adiansyah
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Pramono Anung Pramono Anung (Ntvnews.id/Adiansyah)

Ntvnews.id, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung mengungkap strategi yang diterapkannya untuk menyelesaikan dua proyek mangkrak yang telah bertahun-tahun menjadi persoalan di Ibu Kota, yakni proyek Monorel Jalan Rasuna Said, Jakarta Selatan dan Rumah Sakit (RS) Sumber Waras di Jakarta Barat. 

Ia mengatakan, proyek monorel di kawasan Jalan Rasuna Said telah terbengkalai selama lebih dari dua dekade. Saat pertama kali menjabat, banyak pihak meragukan proyek tersebut bisa diselesaikan karena berbagai persoalan yang menyertainya.

"Ada proyek yang sudah mangkrak 21 tahun lebih, hampir 22 tahun, yaitu proyek monorel di Jalan Rasuna Said. Ketika saya berkonsultasi awal-awal dengan beliau (Kajati) semua orang tidak pernah membayangkan bahwa proyek ini bisa terselesaikan. Tetapi karena saya dan kemudian juga Pak Kajati berani mengambil keputusan dan risikonya kita kelola, alhamdulillah sekarang Jalan Rasuna Said itu 109 monorel, 3,8 kilo sudah selesai," katanya saat membuka Bimbingan Teknis (Bimtek) bagi Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) di lingkungan Pemprov DKI Jakarta di Balai Agung, Balai Kota DKI Jakarta, Senin, 29 Juni 2026.

Pramono Anung Saksikan Pembongkaran Tiang Monorel di Rasuna Said  <b>(NTVNews.id/Adiansyah)</b> Pramono Anung Saksikan Pembongkaran Tiang Monorel di Rasuna Said (NTVNews.id/Adiansyah)

Ia menilai keberhasilan tersebut menjadi bukti bahwa persoalan yang selama ini dianggap sulit tetap dapat dituntaskan apabila pemerintah berani mengambil langkah yang tepat.

Pramono juga mengungkapkan, pada awal proses penyelesaian proyek monorel banyak pihak justru lebih fokus pada potensi risiko dibanding solusi. Namun, melalui koordinasi dengan berbagai instansi, termasuk Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta, proyek tersebut akhirnya dapat diselesaikan dengan biaya yang dinilai efisien.

"Termasuk pembiayaannya pun kita kan enggak pernah punya pengalaman motong monorel begitu. Tapi alhamdulillah singkat cerita, sekarang biayanya hanya Rp91 miliar dan selesai dengan baik, dan sekarang menjadi salah satu role model di Jakarta," ucapnya.

Selain proyek monorel, Pramono juga menyoroti penyelesaian persoalan lahan RS Sumber Waras yang selama bertahun-tahun menjadi perhatian publik.

Lahan Sumber Waras <b>(NTVNews.id/ Adiansyah)</b> Lahan Sumber Waras (NTVNews.id/ Adiansyah)

Menurutnya, penyelesaian kasus tersebut membutuhkan koordinasi intensif dengan berbagai lembaga, termasuk Kejaksaan Agung, Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), serta Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

"Ini ada hubungannya dengan KPK, makanya saya sampaikan. Dan saya juga konsultasi dengan Pak Kajati mengenai Sumber Waras ini, bahkan dengan Pak Jaksa Agung. Karena Sumber Waras ini kan di domain permasalahan utamanya di KPK dan di BPK RI," jelasnya.

Kini, seluruh proses telah rampung. Lahan RS Sumber Waras telah diratakan dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bersiap memulai pembangunan rumah sakit bertaraf internasional di kawasan tersebut.

Pramono menegaskan, dua proyek tersebut menjadi contoh nyata bahwa kepemimpinan membutuhkan keberanian mengambil keputusan, meski memiliki risiko yang tinggi.

"Risikonya bukan enggak tinggi, risikonya tinggi sekali. Tetapi Saudara-saudara harus smart, cerdas untuk mengelola risiko itu, selama tidak ada beban pribadi. Belum-belum saudara-saudara sudah punya beban pribadi. Begitu punya beban pribadi, saudara pasti tidak akan bisa mengelola itu dengan baik," tutup Pramono. 

x|close