Saksi di MK Sebut Program MBG Dorong Kehadiran dan Konsentrasi Belajar Siswa

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 1 Jul 2026, 23:01
thumbnail-author
Annisa Aldifa Keyla
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Kepala Sekolah SMP Negeri 34 Bekasi, Jawa Barat Ari Purnama memberikan keterangan sebagai saksi dalam uji materiil UU Nomor 17 Tahun 2025 tentang APBN 2026 menyoal program MBG dalam anggaran pendidikan di Ruang Plenong Gedung MK, Jakarta, Rabu, 1 Juli 2026. Kepala Sekolah SMP Negeri 34 Bekasi, Jawa Barat Ari Purnama memberikan keterangan sebagai saksi dalam uji materiil UU Nomor 17 Tahun 2025 tentang APBN 2026 menyoal program MBG dalam anggaran pendidikan di Ruang Plenong Gedung MK, Jakarta, Rabu, 1 Juli 2026. (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Kepala SMP Negeri 34 Bekasi, Jawa Barat, Ari Purnama, menyampaikan bahwa Program Makan Bergizi Gratis (MBG) memberikan dampak positif terhadap proses belajar siswa, mulai dari meningkatnya konsentrasi hingga bertambahnya tingkat kehadiran di sekolah. Keterangan tersebut disampaikan Ari saat menjadi saksi yang dihadirkan pemerintah dalam sidang uji materi Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2025 tentang APBN 2026 di Mahkamah Konstitusi (MK), Jakarta, Rabu, 1 Juli 2026.

"Yang Mulia, izinkan saya menyampaikan bahwa program MBG memberikan manfaat nyata bagi peserta didik di sekolah kami," kata Ari dalam persidangan.

Berdasarkan pengamatannya, siswa menjadi lebih bersemangat mengikuti kegiatan belajar setelah makan siang bersama. Ia juga melihat jumlah peserta didik yang mengantuk maupun terlihat lemas pada jam pelajaran siang mengalami penurunan.

"Para siswa terlihat lebih fokus dan aktif mengikuti pembelajaran setelah makan siang bersama, serta berkurangnya jumlah siswa yang mengantuk dan lemas pada siang hari," ujarnya.

Baca Juga: Ibu dan Anak Kompak Apresiasi MBG, Ringankan Orang Tua dan Menu Disukai Siswa

Ari menjelaskan, sejak program MBG diterapkan di sekolahnya pada Agustus 2025, tingkat kehadiran siswa juga mengalami peningkatan. Sebanyak 1.069 siswa di SMP Negeri 34 Bekasi tercatat sebagai penerima manfaat program tersebut.

"Tingkat kehadiran peserta didik di sekolah kami meningkat setelah dilaksanakan program MBG," katanya.

Ia menerangkan, pelaksanaan MBG dijadwalkan pada pukul 12.00-13.00 WIB, bertepatan dengan waktu istirahat kedua sehingga tidak mengganggu kegiatan belajar mengajar. Menurutnya, proses pembelajaran tetap berlangsung normal sebelum, saat, maupun setelah program dilaksanakan.

Ari yang telah menjabat sebagai kepala sekolah sejak 2023 juga memastikan pelaksanaan MBG tidak memengaruhi pendapatan guru maupun tenaga kependidikan.

"Baik yang berstatus pegawai negeri sipil maupun pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja tetap menerima gaji dan tunjangan secara penuh dan tepat waktu setiap bulan sejak program MBG berjalan," ujarnya.

Baca Juga: Prabowo: Dapur MBG Milik Polri Diakui Lembaga Internasional

Ia menambahkan, enam guru honorer beserta pekerja harian lepas di sekolah tersebut tetap memperoleh gaji tanpa adanya pemotongan ataupun penundaan pembayaran.

Selain itu, proses rekrutmen guru pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) tetap berlangsung melalui pemerintah daerah sesuai mekanisme yang berlaku, termasuk penambahan 15 guru dan staf tata usaha.

Di hadapan majelis hakim, Ari menegaskan seluruh keterangan yang disampaikannya merupakan hasil pengalaman dan pengamatannya sendiri, tanpa adanya tekanan dari pihak mana pun.

Sidang tersebut merupakan bagian dari pengujian materiil Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2025 tentang APBN 2026 dalam perkara Nomor 40/PUU-XXIV/2026, Nomor 52/PUU-XXIV/2026, dan Nomor 55/PUU-XXIV/2026 yang menguji penempatan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dalam anggaran pendidikan.

(Sumber: Antara)

x|close