Ntvnews.id, Caracas - Pemerintah Venezuela menerima lebih dari 1.600 personel penyelamat internasional untuk mempercepat pencarian korban gempa bumi dahsyat yang telah menewaskan lebih dari 900 orang.
Bantuan dari berbagai negara terus berdatangan di tengah upaya penyelamatan yang masih berlangsung di wilayah paling terdampak.
Sementara itu, akses menuju negara bagian La Guaira, wilayah yang mengalami kerusakan paling parah, diperketat agar mobilitas kendaraan darurat dan tim penyelamat tidak terhambat.
Warga La Guaira sebelumnya mengeluhkan minimnya alat berat dan lambatnya kehadiran petugas di lokasi bencana. Sedikitnya 100 bangunan, termasuk gedung apartemen bertingkat, dilaporkan hancur atau mengalami kerusakan berat akibat gempa.
Presiden sementara Venezuela, Delcy Rodriguez, mengatakan sedikitnya 10 negara tambahan akan bergabung dalam operasi kemanusiaan. Selain itu, sekitar 14.000 personel militer dan kepolisian telah dikerahkan ke La Guaira untuk menjaga keamanan sekaligus mendukung proses evakuasi dan sanitasi.
Pejabat Kementerian Luar Negeri Venezuela, Oliver Blanco, mengungkapkan dalam beberapa jam terakhir negaranya menerima 17 penerbangan yang membawa lebih dari 1.600 anggota tim penyelamat.
"Dalam 24 jam ke depan diperkirakan akan tiba 25 penerbangan tambahan yang membawa bantuan internasional," tulis Blanco melalui akun X miliknya, seperti dikutip dari Reuters, Sabtu (27/6/2026).
Dia juga menyampaikan apresiasi kepada komunitas internasional atas dukungan yang diberikan kepada Venezuela di tengah situasi darurat tersebut.
Tim penyelamat kini disebar ke berbagai titik di La Guaira maupun ibu kota Caracas. Namun hingga Jumat, sejumlah kawasan masih belum tersentuh bantuan resmi sehingga warga terpaksa mencari anggota keluarga yang hilang secara mandiri, bahkan menggali reruntuhan hanya dengan tangan kosong.
Untuk mempercepat proses evakuasi, pemerintah menutup jalur utama yang menghubungkan La Guaira dengan Caracas sejak Jumat malam. Penutupan dilakukan karena kepadatan lalu lintas dinilai menghambat pergerakan kendaraan darurat.
Warga sipil yang bukan bagian dari tim penyelamat diwajibkan menunjukkan kartu identitas khusus untuk melintasi pos pemeriksaan. Sementara itu, jalur alternatif dilaporkan mengalami kemacetan panjang.
Pemerintah juga menampilkan ribuan bantuan logistik berupa sepatu, pakaian, serta kebutuhan pokok yang berhasil dikumpulkan untuk para korban.
Listrik Mulai Pulih
Di sektor infrastruktur, pasokan listrik mulai dipulihkan meski wilayah dekat pusat gempa di Moron dan sebagian La Guaira masih mengalami pemadaman. Menurut Rodriguez, sekitar 60 persen jaringan listrik kini telah kembali beroperasi.
Selama bertahun-tahun Venezuela memang menghadapi persoalan krisis kelistrikan akibat minimnya investasi dan dampak sanksi ekonomi, sehingga pemadaman listrik rutin terjadi di sejumlah wilayah.
Lebih dari 54.000 Orang Masih Hilang
Meski pemerintah menyebut ratusan orang masih hilang atau terjebak reruntuhan, sebuah situs yang dipromosikan kelompok oposisi mencatat lebih dari 54.000 orang berstatus belum diketahui keberadaannya.
Sementara itu, Badan Survei Geologi Amerika Serikat (USGS) memperkirakan korban jiwa akibat dua gempa berkekuatan Magnitudo 7,2 dan 7,5 berpotensi melampaui 10.000 orang, menjadikannya salah satu bencana gempa paling mematikan di Amerika Latin dalam satu abad terakhir.
Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memperkirakan hampir 7 juta warga terdampak dengan total kerugian ekonomi mencapai sekitar 6,7 miliar dolar AS.
AS Kirim Bantuan Darurat
Pemerintah Amerika Serikat mengumumkan bantuan senilai 150 juta dolar AS, termasuk pelonggaran sejumlah sanksi untuk mempercepat distribusi bantuan kemanusiaan.
Militer AS juga mengirim dua kapal serta menyiapkan helikopter dan pesawat untuk mendukung operasi pencarian korban.
Di antara tim internasional yang terlibat terdapat personel penyelamat dari El Salvador. Presiden Nayib Bukele mengklaim tim negaranya berhasil mengevakuasi beberapa korban, termasuk seorang remaja perempuan berusia 15 tahun.
Di sisi lain, saksi mata Reuters melaporkan adanya aksi penjarahan di beberapa titik di La Guaira.
Meski demikian, Menteri Perminyakan Venezuela Paula Henao memastikan produksi minyak nasional tidak terdampak gempa. Distribusi bahan bakar juga tetap berjalan normal karena infrastruktur utama sektor energi tidak mengalami kerusakan signifikan.
Para perwira Prancis dari Resimen Pelatihan dan Intervensi Keamanan Sipil ke-7 (7e RIISC) menaiki pesawat mereka sebelum terbang ke Venezuela untuk memberikan bantuan setelah dua gempa bumi melanda negara tersebut. (Foto: Reuters)