Ntvnews.id, Jakarta - Polda Jawa Barat masih terus mendalami berbagai fakta dalam kasus dugaan penyekapan dan penyiksaan yang menjerat Taufik Hidayat (TH). Meski tersangka telah berhasil ditangkap, polisi mengakui masih banyak aspek yang perlu disinkronkan sebelum dapat menyimpulkan secara utuh rangkaian peristiwa yang terjadi.
Kabid Humas Polda Jabar Kombes Hendra Rochmawan mengatakan proses analisa dan evaluasi terus dilakukan oleh tim gabungan yang menangani perkara tersebut. Sejauh ini, penyidik masih mengumpulkan dan mencocokkan sejumlah keterangan yang diperoleh selama penyelidikan dan penyidikan.
"Masih banyak yang harus kami dalami, masih banyak yang harus kami gali dan masih banyak yang harus kami sinkronisasi terkait dengan hasil dari penyelidikan dan penyidikan," ujar Hendra.
Salah satu kendala yang dihadapi penyidik adalah kondisi korban yang hingga kini masih menjalani pemulihan di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung. Menurut Hendra, kondisi korban belum pulih sepenuhnya sehingga informasi yang dapat diperoleh dari korban masih sangat terbatas.
"Dengan kondisi yang sampai saat ini masih sangat minim kita dapatkan informasi dengan kondisi yang memang masih belum pulih 100%," katanya.
Baca Juga: Infografik: BGN Hentikan MBG Saat Libur Sekolah, Hemat Rp3 Triliun
Di sisi lain, polisi memastikan penangkapan Taufik Hidayat yang dilakukan tim gabungan Polda Jabar pada Selasa malam berjalan sesuai prosedur. Penangkapan dilakukan setelah penyidik mengumpulkan keterangan dari korban, sejumlah saksi, serta berbagai alat bukti lain yang mengarah kepada tersangka.
Penyidik juga mengungkap adanya temuan penting dari hasil pemeriksaan medis terhadap korban. Awalnya, kondisi korban sempat diduga berkaitan dengan kecelakaan. Namun hasil visum justru mengarah pada dugaan kekerasan yang berlangsung dalam kurun waktu cukup lama.
"Salah satu dokter forensik yang menyampaikan kepada kita hasil visum et repertum tadi itu yang dikatakan awalnya sebagai kecelakaan. Dugaan dari dokter menyimpulkan bahwa ini adalah bentuk luka hasil kekerasan yang dalam waktu yang cukup lama," ungkap Hendra.
Setelah ditangkap, Taufik Hidayat langsung menjalani serangkaian pemeriksaan. Polisi memastikan seluruh proses dilakukan sesuai standar operasional prosedur dan mengedepankan perlakuan yang manusiawi.
Menurut Hendra, pemeriksaan awal menunjukkan kondisi tersangka dalam keadaan sehat secara fisik maupun mental. Polisi juga telah melakukan tes urine dengan hasil negatif.
"Tadi malam perlakukan secara SOP manusiawi," ujarnya.
Baca Juga: Sopir Ngantuk, Truk Bawa 8 Ton Hebel Terguling dan Timpa Honda Brio di Jakarta Timur
Meski tersangka sudah diamankan, polisi belum bersedia mengungkap lebih jauh mengenai motif, kronologi lengkap, maupun sejumlah temuan lain yang masih dalam tahap pendalaman.
Hendra meminta publik dan media bersabar karena penyidik membutuhkan waktu untuk mencocokkan berbagai informasi yang ada. Sejumlah keterangan yang diperoleh sejauh ini disebut masih belum sepenuhnya selaras sehingga memerlukan verifikasi lanjutan.
"Beberapa keterangan yang sangat minim dari korban, saksi ini masih belum ada kesesuaian. Atas dasar ini kami sampaikan kami butuh waktu untuk mendalaminya lagi," katanya.
Untuk mengusut kasus tersebut, Polda Jabar telah membentuk satuan tugas khusus yang melibatkan berbagai unsur. Tidak hanya Direktorat Reserse Kriminal Umum, tetapi juga sejumlah satuan kerja lain turut dilibatkan agar pengungkapan perkara dapat dilakukan secara menyeluruh.
Selain itu, polisi juga membuka ruang bagi masyarakat yang merasa memiliki informasi atau mengaku pernah menjadi korban untuk melapor. Langkah ini diambil setelah penyidik menemukan sejumlah unggahan di media sosial yang mengaku memiliki keterkaitan dengan tersangka.
"Kita lakukan keterbukaan informasi publik ini silahkan laporkan kepada kami dan call center kami di kantor DPP-APPO di Polda Jabar atau lewat 110," ujar Hendra.
Meski berbagai spekulasi mulai bermunculan di ruang publik, Polda Jabar menegaskan seluruh informasi yang beredar masih akan diverifikasi. Hingga saat ini, fokus utama penyidik adalah mengurai fakta-fakta yang belum sinkron sambil menunggu kondisi korban membaik sehingga dapat memberikan keterangan yang lebih lengkap.
Sementara itu, polisi memastikan status Taufik Hidayat saat ini telah resmi sebagai tersangka. Sebelum berhasil ditangkap, yang bersangkutan juga sempat masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) setelah melarikan diri saat proses penyelidikan berlangsung.
Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol. Hendra Rochmawan saat memberikan keterangan di Kota Bandung, Jawa Barat, Jumat 29 Agustus 2025. (ANTARA/HO-Polda Jabar) (Antara)