Ntvnews.id, Jakarta - Taufik Hidayat mengakui bahwa konsumsi minuman keras menjadi salah satu faktor yang memengaruhi tindakannya saat menyekap dan menganiaya kekasihnya, YTR (29). Selain itu, perselisihan yang terus berulang dengan korban disebut menjadi pemicu terjadinya kekerasan tersebut.
Pengakuan itu terungkap setelah aparat Polda Jawa Barat berhasil menangkap Taufik di lokasi persembunyiannya di kawasan Majalaya, Kabupaten Bandung. Setelah diamankan, tersangka menjalani pemeriksaan dan mengakui seluruh perbuatannya kepada penyidik.
Kapolda Jawa Barat, Rudi Setiawan, mengatakan tersangka menyatakan penyesalan atas tindakan yang dilakukannya. Menurut pengakuan Taufik, aksi kekerasan itu terjadi ketika dirinya berada di bawah pengaruh alkohol yang rutin dikonsumsi.
"Semua yang dia lakukan dia mengakui, dan dia tadi sempat menyatakan bahwa dia juga menyesal, karena ini dilakukan di bawah kesadarannya akibat konsumsi alkohol tadi itu. Setiap hari ini konsumsi alkohol, selalu berdebat dan bercekcok dengan kekasihnya, dan terjadilah penganiayaan seperti itu," ujar Rudi di Mapolda Jabar.
Dari hasil pemeriksaan sementara, diketahui bahwa sebelum penganiayaan terjadi, Taufik dan korban kerap terlibat pertengkaran. Percekcokan yang terus berlangsung, ditambah kebiasaan mengonsumsi alkohol setiap hari, akhirnya berujung pada tindakan kekerasan terhadap korban.
Baca Juga: Rusia Terbangkan Pesawat Pengebom di Laut Norwegia, Ada Apa?
Sementara itu, pelarian Taufik setelah kasus tersebut mencuat berakhir di Kabupaten Bandung. Polisi berhasil melacak keberadaannya melalui pemantauan aktivitas transaksi yang dilakukan tersangka sejak Selasa pagi.
Sebelum dibawa ke Mapolda Jawa Barat, Taufik lebih dulu diamankan di Polsek Majalaya untuk menjalani pemeriksaan awal, termasuk tes urine.
Penyidik juga mengungkap bahwa selama menjadi buronan, Taufik sempat berpindah-pindah lokasi guna menghindari pengejaran aparat. Bahkan, ia diketahui sempat meninggalkan Jawa Barat dan menuju Tangerang.
Namun, upaya pelarian itu tidak berlangsung lama. Tersangka mengaku merasa tidak tenang dan terus dihantui rasa takut selama bersembunyi. Kondisi tersebut membuatnya kembali ke Jawa Barat hingga akhirnya ditangkap polisi di rumah salah seorang kerabatnya di Majalaya.
"Kisah pelariannya tadi sempat diceritakan, yang bersangkutan sempat berpindah ke Tangerang. Merasa bahwa Tangerang itu tempat yang aman, tapi di sana juga bingung, dan merasa tidak aman, dan kembali lagi ke Jawa Barat. Kami sempat menanyakan juga bahwa yang bersangkutan juga merasa takut, curiga sama semua orang, dan tidak tahu mau ke mana, dan akhirnya sampailah di Majalaya dan tertangkap itu," ucap Rudi.
Taufik Hidayat Pelaku Penganiayaan dan Penyekapan di Bandung (Instagram)