Demi Kejar Target, Menko PM Minta Prioritaskan Ibu Hamil dan Balita di Program Makan Gratis

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 23 Jun 2026, 15:05
thumbnail-author
Jihan Dwicahya
Penulis
thumbnail-author
Dedi
Editor
Bagikan
Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Abdul Muhaimin Iskandar. Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Abdul Muhaimin Iskandar. (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Langkah Badan Gizi Nasional (BGN) dalam membenahi tata kelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG) mendapat apresiasi dari Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) Abdul Muhaimin Iskandar. Menurutnya, efisiensi ini merupakan strategi jitu agar program tersebut dapat mendongkrak kualitas sumber daya manusia (SDM) secara lebih optimal.

Menko PM menegaskan dukungannya terhadap kebijakan BGN yang kini mendahulukan kelompok paling rentan, yaitu ibu hamil, ibu menyusui, dan balita (kelompok B3). Fokus baru ini dipandang sebagai instrumen krusial dalam mempercepat penurunan angka tengkes (stunting) sekaligus mendistribusikan pemenuhan gizi yang tepat sasar.

"Saya melihat skala prioritas, yaitu ibu menyusui, ibu hamil, balita, itu skala prioritas yang paling tepat. Sehingga yang lain sebelum skala prioritas harus merelakan demi upaya mengatasi stunting lebih efektif dan cepat," kata Menko PM Muhaimin Iskandar di Jakarta, Selasa, 23 Juni 2026.

Muhaimin menjelaskan bahwa kelompok tersebut memegang peran paling vital karena intervensi gizi pada fase tersebut sangat menentukan kualitas generasi penerus bangsa. Melalui pemusatan target ini, dampak positif dari Program MBG diyakini akan jauh lebih terasa dan langsung memotong mata rantai stunting.

Baca Juga:Cak Imin Sambut Baik Perbaikan Tata Kelola MBG, Prioritaskan Ibu Hamil, Ibu Menyusui, dan Balita

"Kelompok itu yang paling membutuhkan intervensi gizi, karena berhubungan langsung dengan pembentukan kualitas generasi masa depan. Dengan fokus pada kelompok tersebut manfaat Program MBG dapat dirasakan lebih efektif dan berdampak langsung terhadap upaya pencegahan stunting," kata Menko Muhaimin Iskandar.

Di sisi lain, beliau meluruskan bahwa penetapan skala prioritas ini bukan berarti pemerintah mengabaikan kelompok penerima manfaat yang lain. Hanya saja, dalam kondisi tertentu, kebijakan yang diambil harus mengutamakan pihak-pihak yang paling membutuhkan perlindungan agar visi utama program dapat terealisasi secara maksimal.

Baca Juga:PBNU Dukung Keberlanjutan MBG: Ini Program Sangat Mulia

Selain mengenai target sasaran, tata kelola internal dan manajemen kelembagaan juga menjadi poin penting yang disoroti Menko PM. Ia mendorong adanya evaluasi total agar operasionalisasi program di lapangan dapat berjalan sejalan dengan instruksi yang diturunkan oleh Presiden.

"Di sisi yang lain, manajemen dan tata kelola kelembagaan yang ada, sekaligus saya berharap kepada semua pihak yang telah terlibat untuk duduk bersama memberikan solusi agar efektif betul sesuai sasaran yang diperintahkan oleh Presiden," kata Menko PM Muhaimin Iskandar.

(Sumber: ANTARA)

x|close