Megawati Resmikan Renovasi Istana Gebang dan Patung Bung Karno di Blitar

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 15 Jun 2026, 18:30
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Penulis & Editor
Bagikan
Ketua Umum PDI Perjuangan sekaligus Presiden ke-5 Republik Indonesia, Megawati Soekarnoputri, secara resmi meresmikan renovasi Istana Gebang yang terletak di Jalan Sultan Agung Nomor 59, Kecamatan Sananwetan, Kota Blitar, Jawa Timur, Senin, 15 Juni 2026. Ketua Umum PDI Perjuangan sekaligus Presiden ke-5 Republik Indonesia, Megawati Soekarnoputri, secara resmi meresmikan renovasi Istana Gebang yang terletak di Jalan Sultan Agung Nomor 59, Kecamatan Sananwetan, Kota Blitar, Jawa Timur, Senin, 15 Juni 2026. (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Ketua Umum PDI Perjuangan sekaligus Presiden ke-5 Republik Indonesia Megawati Soekarnoputri meresmikan hasil renovasi Istana Gebang yang berlokasi di Jalan Sultan Agung Nomor 59, Kecamatan Sananwetan, Kota Blitar, Jawa Timur, Senin, 15 Juni 2026.

Dalam acara tersebut, Megawati memilih tidak menggunakan teks pidato yang telah dipersiapkan panitia. Ia mengaku lebih nyaman menyampaikan pesan secara spontan karena merasa sedang berada di rumah sang kakek.

"Ini tadinya saya sudah dibuatkan nih yang namanya sambutan, terus aku kok mikir... ini sambutan tak woco opo ora yo? Tapi kalau saya baca jadi formal. Enggak ah, ini di rumah Eyang Kakung. Aku langsung udah ngomong. Eyang Kakung, nyuwun sewu nggih, aku tak ngomong, ini ngomong hati nurani," kata Megawati dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Senin.

Dalam sambutannya tanpa naskah, Megawati mengajak masyarakat memahami lebih dalam perjalanan hidup Bung Karno, terutama pengorbanan yang harus dijalani selama memperjuangkan kemerdekaan Indonesia.

Menurutnya, Istana Gebang bukan sekadar bangunan bersejarah atau rumah masa kecil Sang Proklamator, tetapi juga tempat yang menyimpan nilai perjuangan yang patut direnungkan oleh generasi saat ini.

"Tempat ini bukan hanya untuk dikunjungi, tapi untuk diresapi. Saya merenung berhari-hari saat diminta membuka kembali Istana Gebang ini. Apa yang harus saya ceritakan? Apakah hanya tentang tempat tinggal masa kecil Bung Karno? Bukan, tapi tentang semangat perjuangan beliau," ujar Megawati.

Ia mengingatkan bahwa Bung Karno menghabiskan sekitar 22 tahun masa mudanya dalam penjara dan pengasingan di sejumlah daerah seperti Ende, Bangka, dan Bengkulu karena perjuangannya melawan penjajahan.

"Coba kalian bayangkan, siapa yang mau dipenjara? Siapa yang mau dibuang? Beliau bertahan karena yakin suatu hari negara ini akan ada," kata Megawati.

Megawati juga mengajak masyarakat menjadikan Istana Gebang sebagai simbol pengingat bahwa kemerdekaan harus terus dijaga dan diperjuangkan.

"Apakah kalian sudah benar-benar merdeka? Belum. Kita tetap akan dijajah jika tidak waspada. Maukah kalian dijajah lagi?" teriak Megawati, disambut "Tidak!" dari ribuan peserta.

Peresmian renovasi bangunan berarsitektur kolonial tersebut ditandai dengan penekanan tombol sirine oleh Megawati. Dalam prosesi itu, ia didampingi putranya yang juga Ketua DPP PDIP M. Prananda Prabowo, serta anggota keluarga Bung Karno lainnya, yakni Puti Guntur Soekarno dan Romy Soekarno.

Sejumlah petinggi PDI Perjuangan turut hadir dalam acara tersebut. Jajaran Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDIP dipimpin Sekretaris Jenderal Hasto Kristiyanto bersama pengurus DPD PDIP Jawa Timur, kader partai, dan masyarakat yang memadati kawasan museum.

Setelah sirine dibunyikan, rangkaian acara dilanjutkan dengan peresmian monumen patung Bung Karno yang berada di dalam kompleks Istana Gebang. Patung setinggi lima meter tersebut merupakan karya seniman asal Bantul, Yogyakarta, Drs Gunadi.

Peresmian monumen ditandai dengan penandatanganan prasasti oleh Megawati. Kehadiran patung tersebut diharapkan semakin memperkuat nilai sejarah dan jejak pemikiran Bung Karno di Kota Blitar, sekaligus melengkapi kawasan Istana Gebang sebagai destinasi wisata sejarah dan ideologi.

Usai acara peresmian, Megawati bersama keluarga dan sejumlah sahabat dekat, termasuk Guru Besar Universitas St. Petersburg Rusia Connie Rahakundini Bakrie, berkeliling meninjau bagian dalam rumah yang pernah menjadi tempat tinggal masa muda Bung Karno.

Istana Gebang sendiri merupakan salah satu situs bersejarah yang memiliki kaitan erat dengan perjalanan hidup Sang Proklamator. Bangunan tersebut pertama kali didirikan pada 1884, bertepatan dengan pembangunan Stasiun Kereta Api Blitar.

Rumah bergaya kolonial itu kemudian dibeli dari seorang warga Belanda bernama C.H. Portier yang bekerja di sektor perkeretaapian di Blitar. Sejak sekitar 1917, rumah tersebut ditempati keluarga Bung Karno, termasuk ayahnya Raden Sukemi Sosrodihardjo, ibunya Ida Ayu Nyoman Rai, serta kakak kandungnya, Sukarmini.

Di rumah itulah berbagai pemikiran awal tentang kebangsaan, kepekaan terhadap penderitaan rakyat, dan karakter kepemimpinan Bung Karno mulai tumbuh dan berkembang.

(Sumber: Antara)

x|close