Ntvnews.id, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung memastikan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta segera merumuskan skema pengelolaan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) bersama Danantara dan para pelaku usaha di sektor pengolahan sampah menjadi energi.
Langkah ini menjadi bagian dari strategi besar Pemprov DKI untuk mengatasi persoalan sampah Jakarta sekaligus memperkuat pengembangan energi ramah lingkungan berbasis pengolahan limbah. Ia menjelaskan, nantinya akan ada tiga pihak utama yang terlibat dalam pengelolaan PLTSa.
Baca Juga: Tugas Kadishub Baru dari Pramono: Bereskan Parkir Liar
"Jadi, karena sebentar lagi akan dirumuskan antara Danantara, pelaku PLTS yang ada, dan tentunya dengan Pemerintah DKI Jakarta. Tiga pihak itu yang bertanggung jawab untuk memanage persoalan yang menyangkut PLTSA," ucapnya di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu, 20 Mei 2026.
Menurut Pramono, pemerintah pusat telah memberikan dukungan melalui regulasi terkait tarif energi dari PLTSa sebesar 20 sen.
Kebijakan tersebut dinilai menjadi referensi penting untuk mempercepat investasi dan pembangunan fasilitas pengolahan sampah modern di Jakarta. Ia menegaskan, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan memberikan dukungan penuh agar proyek-proyek PLTSa dapat segera berjalan.
"Yang paling penting adalah pemerintah sudah mengeluarkan PP tentang tarif 20 sen. Ini sebagai referensi," terangnya.
Baca Juga: Pramono Resmikan Dua Embung di Jaksel, Diklaim Mampu Tampung hingga 10 Persen Air Hujan
Pemprov DKI Jakarta menargetkan pembangunan tiga fasilitas PLTSa yang akan segera memasuki tahap penandatanganan kontrak dan persiapan operasional. Tiga lokasi tersebut berada di Kawasan Bantargebang, Tanjungan, dan Sunter.
Selain proyek PLTSa, Jakarta juga telah memiliki fasilitas pengolahan sampah berbasis Refuse Derived Fuel (RDF) di Kawasan Rorotan dan Bantargebang.
Pramono berharap seluruh proyek pengelolaan sampah tersebut dapat berjalan lancar sehingga mampu mengurangi beban sampah harian Jakarta yang selama ini mencapai hampir 9.000 ton per hari.
"Maka dengan demikian kalau ini berjalan lancar alhamdulillah, mudah-mudahan persoalan Jakarta tentang sampah, neraca sampahnya yang dulu hampir 9.000 per hari, insyaallah akan terserap di lapangannya," ungkap Pramono.
Pramono Anung (NTVNews.id/Adiansyah)