Ibu Jurnalis Thoudy Badai Ungkap Kontak Terakhir Sebelum Diduga Ditawan Tentara Israel

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 20 Mei 2026, 10:27
thumbnail-author
Winny
Penulis
thumbnail-author
Siti Ruqoyah
Editor
Bagikan
Ibu dari jurnalis Thoudy Badai, Hani Hanifa Humanisa (56), saat diwawancarai oleh awak media di Cicalengka, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, pada Selasa (19/5/2026). ANTARA/Ilham Nugraha. Ibu dari jurnalis Thoudy Badai, Hani Hanifa Humanisa (56), saat diwawancarai oleh awak media di Cicalengka, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, pada Selasa (19/5/2026). ANTARA/Ilham Nugraha. (Antara)

Ntvnews.id, Bandung - Ibu dari jurnalis Thoudy Badai, Hani Hanifa Humanisa, mengungkapkan komunikasi terakhir dengan anaknya sebelum dilaporkan ditawan tentara Israel saat mengikuti misi kemanusiaan menuju Gaza.

Hani mengatakan kontak terakhir dengan keluarganya terjadi pada Senin, 18 Mei 2026 sekitar pukul 02.19 WIB ketika Thoudy berada di perairan internasional dalam perjalanan dari Marmaris menuju Gaza.

“Itu kita masih kontak sampai terakhir kemarin hari Senin jam 02.19 WIB dan dia kirim pesan mengabarkan sudah sampai di perairan internasional yang berarti harusnya sudah aman,” ujarnya di Bandung, Jawa Barat, Selasa, 19 Mei 2026.

Menurut Hani, komunikasi dengan anaknya selama perjalanan tidak dilakukan secara intens dan hanya terjadi pada waktu-waktu tertentu menyesuaikan kondisi di lapangan.

“Tidak terlalu sering komunikasi, paling kalau momen-momen tertentu saja. Biasanya kalau tukar shift atau kita tanya kondisi, ya hal-hal teknis seperti makan di mana atau lagi di mana,” katanya.

Ia menjelaskan keluarga telah membahas berbagai risiko sebelum Thoudy berangkat mengikuti misi kemanusiaan tersebut, termasuk kemungkinan terburuk yang dapat terjadi selama perjalanan.

Baca Juga: Pemerintah RI Upayakan Pembebasan Tiga Jurnalis yang Ditahan Israel

“Kita sudah ngobrol panjang dengan Odi (Thoudy Badai). Saya tanya kondisi secara umum gimana, terus risikonya gimana, risiko yang paling jeleknya itu bagaimana. Kita sudah tahu kondisi di sana,” ujarnya.

Hani mengaku sempat tidak memberikan izin ketika anaknya mengikuti pelatihan di Tunisia sebagai persiapan menuju Gaza. Namun, ia akhirnya mengizinkan setelah melihat kesungguhan dan keyakinan Thoudy untuk mengikuti misi tersebut.

“Saat itu saya tidak kasih izin karena kekhawatiran yang sangat mendalam. Namun saya melihat ada passion (semangat) Odi sehingga jadi diizinkan,” katanya.

Ia menambahkan keputusan tersebut diambil setelah anaknya menyampaikan keyakinannya untuk tetap menjalankan misi kemanusiaan itu.

Dalam kesempatan itu, Hani juga menyatakan keluarga menyerahkan sepenuhnya upaya pemulangan Thoudy kepada Pemerintah Indonesia melalui jalur diplomasi.

Baca Juga: Idrus Marham Kecam Israel usai Tangkap Jurnalis dan Aktivis Indonesia di Misi Gaza: Israel Sudah Kehilangan Nurani Kemanusiaan

“Kami menaruh kepercayaan penuh kepada Pemerintah Indonesia, khususnya Kementerian Luar Negeri dan jajaran terkait, yang kami yakini tengah bekerja melalui jalur diplomasi untuk memastikan keselamatan dan pemulangan relawan,” ucapnya.

Hingga kini, keluarga masih terus memantau perkembangan informasi terkait kondisi Thoudy Badai sambil menunggu kabar resmi dari pihak berwenang. Keluarga berharap proses komunikasi dan diplomasi dapat berjalan lancar sehingga para relawan segera memperoleh kejelasan informasi.

(Sumber: Antara)

x|close