PWI Kecam Penahanan Jurnalis Indonesia oleh Militer Israel

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 19 Mei 2026, 11:55
thumbnail-author
Chika Prisila Ardala
Penulis
thumbnail-author
Tim Redaksi
Editor
Bagikan
Ketua Umum Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat periode 2025–2030 Akhmad Munir saat diwawancarai di Kota Padang, Selasa 3 Februari 2026. ANTARA/Muhammad Zulfikar Ketua Umum Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat periode 2025–2030 Akhmad Munir saat diwawancarai di Kota Padang, Selasa 3 Februari 2026. ANTARA/Muhammad Zulfikar (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) mengecam penahanan jurnalis asal Indonesia oleh militer Israel saat mengikuti misi kemanusiaan internasional Global Sumud Flotilla 2.0 yang berlayar menuju Gaza, serta menyerukan penguatan perlindungan terhadap kerja-kerja jurnalistik di wilayah konflik.

Ketua Umum PWI, Akhmad Munir, menilai tindakan pencegatan terhadap misi sipil dan kemanusiaan di perairan internasional tidak dapat dibenarkan karena membahayakan keselamatan jurnalis yang sedang bertugas.

“Kami mengecam keras tindakan Israel yang mencegat dan menahan rombongan misi kemanusiaan menuju Gaza, termasuk jurnalis Indonesia yang sedang menjalankan tugas jurnalistik. Keselamatan insan pers harus dihormati dan dilindungi dalam situasi apa pun,” kata Akhmad Munir di Jakarta, Selasa, 19 Mei 2026.

Baca Juga: Daftar WNI yang Diculik Israel, Ada 3 Jurnalis

Dalam misi tersebut, terdapat tiga jurnalis Indonesia yakni Bambang Noroyono dan Thoudy Badai dari Republika serta Andre Prasetyo Nugroho dari Tempo.

Munir menegaskan bahwa kehadiran jurnalis dalam misi Global Sumud Flotilla bertujuan menyampaikan kondisi kemanusiaan di Gaza kepada dunia internasional, sehingga keselamatan serta independensi wartawan harus dijamin.

“Pers hadir untuk menyampaikan fakta dan suara kemanusiaan kepada dunia. Tidak boleh ada intimidasi ataupun tindakan yang mengancam keselamatan jurnalis yang menjalankan tugas profesinya,” ujarnya.

Jurnalis Republika Diculik Tentara Israel <b>(Republika)</b> Jurnalis Republika Diculik Tentara Israel (Republika)

Berdasarkan informasi dari Kementerian Luar Negeri RI, sedikitnya 10 kapal dalam misi Global Sumud Flotilla 2.0 dilaporkan ditahan aparat Israel, termasuk kapal Amanda, Barbaros, Josef, dan Blue Toys.

Hingga kini, kapal yang membawa para jurnalis Indonesia tersebut masih belum dapat dihubungi dan kondisi para awaknya belum diketahui secara pasti.

PWI juga menyatakan dukungan terhadap langkah diplomatik pemerintah Indonesia untuk memastikan perlindungan seluruh warga negara Indonesia yang ikut dalam misi kemanusiaan tersebut.

Baca Juga: Netanyahu Akui Israel Cegat Armada Global Sumud Flotilla yang Ditumpangi 3 Jurnalis WNI

Arsip - Armada kapal mengikuti misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla ke Jalur Gaza. (ANTARA/Anadolu/py/am) <b>(Antara)</b> Arsip - Armada kapal mengikuti misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla ke Jalur Gaza. (ANTARA/Anadolu/py/am) (Antara)

Sementara itu, Kementerian Komunikasi dan Digital RI menyebut terus berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri serta perwakilan Indonesia di luar negeri untuk memantau perkembangan situasi.

Kementerian Luar Negeri RI juga telah berkoordinasi dengan KBRI Ankara, KBRI Kairo, dan KBRI Amman guna menyiapkan langkah perlindungan serta kemungkinan pemulangan WNI jika diperlukan.

“Doa dan harapan kami menyertai seluruh jurnalis dan relawan kemanusiaan agar diberikan keselamatan dan segera dapat kembali dengan selamat,” kata Akhmad Munir.

(Sumber: Antara)

x|close