Rano Karno Pelajari Teknologi Pengolahan Sampah Modern di Kopenhagen

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 19 Mei 2026, 05:53
thumbnail-author
Adiansyah
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Rano Karno Pelajari Teknologi Pengolahan Sampah di Kopenhagen Rano Karno Pelajari Teknologi Pengolahan Sampah di Kopenhagen (Pemprov DKI)

Ntvnews.id, Denmark - Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno memimpin delegasi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melakukan kunjungan ke fasilitas pengolahan sampah modern Copen Hill di Kopenhagen, Denmark Minggu, 17 Mei 2026 waktu setempat.

Kunjungan tersebut menjadi bagian dari langkah strategis Jakarta dalam mempelajari sistem pengelolaan sampah terintegrasi berbasis teknologi ramah lingkungan.

Di fasilitas Copen Hill, sampah yang telah dipilah diproses menggunakan teknologi waste-to-energy atau pengolahan sampah menjadi energi. Sampah dibakar dengan suhu mencapai 1.000 derajat Celsius untuk menghasilkan uap panas yang kemudian digunakan menggerakkan turbin pembangkit listrik.

Energi dari hasil pengolahan tersebut dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan listrik dan sistem pemanas bagi sekitar 100 ribu hingga 150 ribu rumah tangga di Kopenhagen.

Baca Juga: Rano Karno Pastikan Anggaran Pendidikan dan Kesehatan DKI Tetap Aman Meski APBD Dipangkas Rp15 Triliun

Pihak pengelola Copen Hill menegaskan, keberhasilan sistem pengolahan sampah modern tidak hanya bergantung pada teknologi canggih, tetapi juga kedisiplinan masyarakat dalam memilah sampah sejak dari rumah.

"Kami menerapkan pemilahan sampah sejak dari rumah tangga dengan 10 kategori. Sampah makanan diproses di fasilitas berbeda, sedangkan sampah rumah tangga dipisahkan antara kaca, plastik, serta logam sebelum diolah menjadi energi," ungkap Flemming G. Nielsen dari Amager Resource Center, pengelola Copen Hill.

Fasilitas yang mulai beroperasi sejak 2017 tersebut mampu mengolah sekitar 440 ribu hingga 610 ribu ton sampah setiap tahun. Dari proses itu, Copen Hill menghasilkan sekitar 283 GWh listrik dan 1.383 GWh energi panas.

Tak hanya berfungsi sebagai fasilitas lingkungan, kawasan ini juga dirancang ramah publik dengan area edukasi, kafe, hingga arena ski rumput yang menjadi daya tarik wisata kota.

Baca Juga: Rano Karno: Jakarta Tanpa Seni Hanyalah Kumpulan Beton, Seni Membuat Kota Punya Jiwa

Menurut Rano Karno, konsep pengelolaan sampah di Kopenhagen menunjukkan bahwa fasilitas pengolahan limbah dapat dibangun secara modern, efisien, dan tetap nyaman bagi masyarakat.

"Teknologinya sangat maju. Tidak hanya mengolah sampah menjadi energi, sisa pembakarannya juga dapat dimanfaatkan sebagai bahan campuran aspal. Yang menarik, kawasan ini dirancang ramah bagi masyarakat, ada area edukasi, kafe, hingga arena ski rumput. Jadi fasilitas lingkungan tidak lagi dipandang sebagai tempat yang tertutup dan kumuh," ucapnya.

Rano lantas menegaskan, pengalaman Kopenhagen menjadi inspirasi penting bagi Jakarta yang saat ini tengah mempercepat program pengurangan dan pengolahan sampah kota secara berkelanjutan.

Ia menilai, perubahan perilaku masyarakat dalam memilah sampah dari sumbernya menjadi faktor utama keberhasilan sistem pengelolaan sampah modern.

"Pemilahan sampah di hulu adalah kunci. Teknologi bisa dibangun, tetapi keberhasilannya sangat ditentukan oleh partisipasi warga. Dengan komitmen bersama antara pemerintah dan masyarakat, Jakarta memiliki peluang besar untuk mengurangi persoalan sampah kota," pungkas Rano.

x|close