Ntvnews.id, Jakarta - Kasus penjambretan terhadap warga negara asing (WNA) asal Italia di kawasan Bundaran HI menuai sorotan dari DPRD DKI Jakarta. Anggota Komisi A DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PSI, Kevin Wu mengecam keras aksi kriminal yang terjadi di salah satu ikon utama ibu kota tersebut.
Menurut Kevin, kejadian penjambretan di kawasan strategis seperti Bundaran HI bukan sekadar tindak kriminal biasa, melainkan persoalan serius yang dapat memengaruhi citra Jakarta di mata dunia internasional.
"Saya sangat prihatin dan mengecam keras aksi penjambretan terhadap WNA di kawasan Bundaran HI. Ini bukan sekadar kasus kriminal jalanan biasa, karena lokasinya adalah salah satu wajah utama Jakarta," ungkapnya, Jumat, 15 Mei 2026.
Ia menilai Bundaran HI merupakan simbol Jakarta modern yang selama ini menjadi pusat aktivitas masyarakat, wisatawan, hingga tamu internasional. Karena itu, keamanan di kawasan tersebut harus menjadi prioritas utama pemerintah daerah dan aparat keamanan.
WNA Korban Jambret di Bundaran HI (Instagram)
Baca Juga: Polisi Identifikasi Pelaku Jambret WNA Italia di Bundaran HI
Kevin juga mengingatkan bahwa ambisi Jakarta menjadi kota global tidak cukup hanya melalui pembangunan infrastruktur, gedung pencakar langit, maupun penyelenggaraan event internasional. Faktor rasa aman di ruang publik dinilai menjadi fondasi paling penting bagi sebuah kota metropolitan.
"Kalau di kawasan seikonik Bundaran HI saja orang masih bisa dijambret, maka ini harus menjadi alarm serius bagi Pemprov DKI dan aparat keamanan," tegasnya.
Politikus PSI itu menilai kejadian viral seperti ini dapat berdampak besar terhadap reputasi Jakarta sebagai destinasi wisata dan pusat bisnis internasional. Menurutnya, satu video kriminalitas yang tersebar luas di media sosial bisa merusak berbagai upaya promosi kota yang selama ini dibangun.
"Jangan sampai Jakarta dikenal bukan karena kemajuannya, tapi karena orang merasa tidak aman saat berjalan di ruang public," terang Kevin.
Kevin Wu (Instagram @sobatkevinwu)
Ia juga mendorong pihak kepolisian agar segera menangkap pelaku dan mengusut apakah kasus tersebut merupakan aksi tunggal atau bagian dari pola kejahatan jalanan yang kerap terjadi di kawasan ibu kota.
Selain itu, ia meminta Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem keamanan di kawasan strategis Jakarta. Langkah yang dimaksud meliputi peningkatan patroli terpadu, optimalisasi CCTV, penerangan jalan, hingga koordinasi lintas instansi seperti Satpol PP, Dinas Perhubungan, pengelola kawasan, dan kepolisian.
"Jakarta boleh bermimpi menjadi kota global, tapi jangan sampai turis dan warga sendiri merasa tidak aman memegang handphone di pinggir jalan," ungkapnya.
Kevin juga menegaskan bahwa pemerintah tidak boleh hanya bergerak setelah sebuah kasus viral di media sosial. Menurutnya, sistem pencegahan kriminalitas harus diperkuat agar keamanan warga dan wisatawan benar-benar terjamin.
"Karena menjaga keamanan ruang publik sama artinya dengan menjaga wajah dan martabat Jakarta," tutup Kevin.
Kolam Bundaran HI. (Antara)