Kepala BPS Ungkap Jumlah RW Kumuh di Jakarta Turun Jadi 211 Wilayah

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 7 Mei 2026, 07:05
thumbnail-author
Dedi
Penulis
thumbnail-author
Editor
Bagikan
Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa 5 Mei 2026. ANTARA/HO-BPS. Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa 5 Mei 2026. ANTARA/HO-BPS. (Antara)

Ntvnews.id, JakartaKepala Badan Pusat Statistik, Amalia Adininggar Widyasanti, mengungkapkan jumlah rukun warga (RW) kategori kumuh di Jakarta mengalami penurunan signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Berdasarkan pendataan tahun 2025 yang difinalisasi pada 2026, jumlah RW kumuh turun dari 445 RW pada 2017 menjadi 211 RW.

Amalia menjelaskan, pendataan kawasan kumuh dilakukan menggunakan kombinasi survei lapangan dan teknologi citra satelit berbasis big data. Menurutnya, metode tersebut membuat hasil pendataan menjadi lebih akurat dan mampu menggambarkan kondisi riil di lapangan.

"Pendataan ini tidak hanya dilakukan di lapangan, tetapi juga dikalibrasi menggunakan citra satelit. Dengan demikian, hasilnya menjadi lebih akurat karena memanfaatkan perkembangan teknologi terkini," ujarnya.

Baca Juga: Kepala BPS Ungkap Pertumbuhan Ekonomi Kuartal III Masih Solid Didukung Ekspor

Ia menyebutkan, dari total 2.749 RW di Jakarta, sebanyak 211 RW masih masuk kategori kawasan kumuh. Penilaian itu didasarkan pada 11 indikator utama, mulai dari kepadatan penduduk, kualitas bangunan, sanitasi, pengelolaan sampah, hingga kondisi infrastruktur seperti jalan lingkungan dan penerangan.

Selain melakukan pendataan, BPS juga menyiapkan sistem dashboard data yang dapat dimanfaatkan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk memantau kondisi sosial ekonomi masyarakat secara lebih menyeluruh.

Amalia mengatakan, kolaborasi antara BPS dan Pemprov DKI Jakarta akan terus diperkuat melalui pendalaman analisis terhadap 1.904 RW menggunakan integrasi data citra satelit. Kerja sama tersebut juga akan diperluas untuk pendataan ruang terbuka hijau (RTH).

Baca Juga: Pesan Kepala BPS untuk Mahasiswa STIS yang Diterjunkan ke Lokasi Bencana Sumatera

Menurut dia, pemanfaatan teknologi dalam proses pendataan menjadi langkah penting agar penanganan kawasan kumuh dapat dilakukan lebih terarah, terukur, dan berkelanjutan.

Sebelumnya, Gubernur Pramono Anung menyampaikan penurunan jumlah RW kumuh di Jakarta mencapai sekitar 52,58 persen dibandingkan kondisi pada 2017. Capaian tersebut disampaikan usai menerima audiensi BPS di Balai Kota DKI Jakarta.

"Secara garis besar, terjadi penurunan RW kumuh dari 445 pada 2017 menjadi 211 pada tahun ini. Penurunannya kurang lebih 52,58 persen," kata Pramono.

x|close