Kemensos dan Baznas Kolaborasi Berdayakan Orang Tua Siswa Sekolah Rakyat

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 7 Mei 2026, 21:30
thumbnail-author
Chika Prisila Ardala
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Mensos Saifullah Yusuf (depan, kiri); Ketua Baznas Sodik Mudjahid (depan, kanan) dalam konferensi pers membahas kolaborasi Kemensos-Baznas guna memanfaatkan dana zakat, infak, dan sedekah untuk pemberdayaan masyarakat di Jakarta, Kamis 6 Mei 2026. ANTARA/Lintang Budiyanti Prameswari. Mensos Saifullah Yusuf (depan, kiri); Ketua Baznas Sodik Mudjahid (depan, kanan) dalam konferensi pers membahas kolaborasi Kemensos-Baznas guna memanfaatkan dana zakat, infak, dan sedekah untuk pemberdayaan masyarakat di Jakarta, Kamis 6 Mei 2026. ANTARA/Lintang Budiyanti Prameswari. (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta -  Kementerian Sosial berkolaborasi dengan Badan Amil Zakat Nasional atau Baznas untuk memberdayakan orang tua siswa Sekolah Rakyat sebagai upaya meningkatkan kesejahteraan keluarga di Indonesia.

"Konsep utama program tersebut, yakni bukan hanya menyekolahkan anak, melainkan juga memberdayakan orang tuanya agar setelah anak lulus sekolah, kondisi ekonomi keluarganya ikut meningkat," ujar Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul di Jakarta, Kamis, 7 Mei 2026.

Dalam skema pemberdayaan tersebut, keluarga siswa Sekolah Rakyat akan dihubungkan dengan berbagai program strategis pemerintah, termasuk bantuan rumah tidak layak huni. Selain itu, berbagai bentuk kerja sama lain juga terus dikembangkan agar mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

"Selama ini ada kendala karena sebagian keluarga tinggal di atas tanah yang bukan milik sendiri, sehingga bantuan pemerintah tidak dapat digunakan. Oleh sebab itu, Baznas diharapkan dapat membantu mengintervensi kasus-kasus seperti ini melalui skema bantuan yang lebih fleksibel," ucap Gus Ipul.

Baca Juga: Sekolah Rakyat Siap Luluskan 453 Siswa di Tahun Perdana, Arahkan ke Kuliah dan Dunia Kerja

Sementara itu, Ketua Baznas Sodik Mudjahid mengatakan bahwa pertemuan dengan Kemensos menjadi momentum strategis karena kedua lembaga memiliki tujuan yang sama dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta mengatasi kemiskinan.

"Program-program pengelolaan zakat, infak, dan sedekah di Baznas memiliki banyak irisan dengan program Kemensos. Oleh karena itu, ke depan program-program kedua lembaga akan lebih terkoordinasi dan fokus, tidak hanya sebatas distribusi bantuan bersifat karitatif (belas kasih), tetapi diarahkan menjadi program yang berdampak jangka panjang dan melembaga," katanya.

Sodik menjelaskan bahwa pengelolaan zakat, infak, dan sedekah dilakukan berdasarkan ketentuan syariat mengenai penerima manfaat atau asnaf.

Ketentuan tersebut kemudian diterapkan dalam sejumlah program prioritas seperti pendidikan, pembangunan sekolah, beasiswa guru dan siswa, layanan kesehatan, rumah sehat, poliklinik, pembinaan usaha kecil, dakwah, hingga program kemanusiaan.

Dalam pembahasan kerja sama tersebut, beberapa sektor prioritas yang akan digarap bersama meliputi perumahan, pendidikan, pangan, dan kebutuhan dasar lainnya.

Baca Juga: Berkat Sekolah Rakyat, Anak 12 Tahun Ini Akhirnya Bisa Merasakan Bangku Sekolah

Untuk program Sekolah Rakyat, seluruh biaya pendidikan memang ditanggung pemerintah, sedangkan Baznas akan membantu pada aspek-aspek tertentu, seperti renovasi rumah orang tua siswa agar lebih layak huni.

Seluruh program kolaborasi itu nantinya akan mengacu pada Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional yang kini menjadi satu-satunya rujukan resmi pemerintah dalam pelaksanaan intervensi sosial dan program bantuan.

"Baznas juga telah bekerja sama dengan Badan Pusat Statistik (BPS) dan memperoleh izin menggunakan DTSEN sebagai pedoman kerja. Dengan penggunaan data yang sama, program bantuan diharapkan menjadi lebih tepat sasaran dan terkoordinasi dengan baik," ucap Sodik.

(Sumber: Antara)

x|close