Ntvnews.id, Jakarta - Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Pangkep kembali menjadi sorotan setelah dialokasikan untuk mendanai sejumlah kegiatan yang melibatkan istri anggota DPRD. Total anggaran yang disiapkan melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3A-KB) Pangkep tahun ini mencapai Rp 200 juta.
Kepala DP3A-KB Pangkep, Nurliah, menjelaskan bahwa alokasi tersebut bukan kebijakan baru, melainkan sudah menjadi bagian dari program rutin tahunan dinas. Anggaran ini, menurutnya, ditujukan untuk mendukung kegiatan yang berorientasi pada peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM).
"Anggarannya setiap tahun ada masuk ke dinas kami. Dan mereka melakukan kegiatan berupa pertemuan peningkatan kapasitas SDM, baksos dan studi tiru," kata Nurliah kepada wartawan, Senin (4/5/2026).
Baca Juga: BKKBN Beri Trauma Healing untuk Korban Kecelakaan Kereta Bekasi
Dalam rincian penggunaannya, dana Rp 200 juta tersebut mencakup tiga jenis kegiatan utama. Selain pertemuan peningkatan kapasitas dan kegiatan sosial, anggaran juga digunakan untuk pelaksanaan studi tiru ke Bali serta kegiatan lain seperti sosialisasi dan lomba fashion show.
"Anggarannya masuk di kami selaku dinas pemberdayaan perempuan. (Selain studi tiru di Bali), Rp 200 juta kegiatannya berupa pertemuan peningkatan kapasitas SDM ada sosialisasi dan lomba fashion show dan pembagian bansos sembako bagi masyarakat miskin," katanya.
Dari total anggaran tersebut, porsi terbesar dialokasikan untuk kegiatan studi tiru ke Bali yang mencapai Rp 148 juta. Program ini dijadwalkan berlangsung selama tiga hari, mulai Minggu (10/5), dengan agenda kunjungan ke berbagai lokasi.
Kepala Bidang Kesetaraan Gender DP3A-KB Pangkep, Sundari, menguraikan bahwa selama di Bali, peserta akan mengunjungi sejumlah pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), pabrik makanan dan oleh-oleh, serta melakukan kunjungan ke DPRD Gianyar. Selain itu, agenda juga mencakup kunjungan ke pabrik pembuatan batik.
Baca Juga: IHSG Dibuka Melemah ke Level 6.968, Pasar Waspadai Lonjakan Harga Minyak
"Ada kegiatan kita kunjungan ke UMKM, ada beberapa UMKM yang pernah kami datangi. Hari kedua sama hari ketiga itu ada setiap hari itu kegiatannya, ke pabrik pembuatan makanan-makanan, oleh-oleh, kita jadwal ke ke DPRD Gianyar Bali, terus hari ketiga itu ke pabrik pembuatan batik," ucapnya.
Di luar kegiatan tersebut, DP3A-KB juga mengalokasikan anggaran untuk organisasi perempuan lainnya. Salah satunya adalah Dharma Wanita dengan alokasi sebesar Rp 50 juta, meskipun hingga kini programnya belum dilaksanakan.
"Kalau untuk kegiatan studi tiru di Bali anggarannya Rp 148 juta. Selain itu ada juga Dharma Wanita Rp 50 juta tapi ini belum terlaksana kegiatannya," ucapnya.
Sementara itu, Sekretaris Dewan (Sekwan) DPRD Pangkep, Arizal Hasan, menyebut bahwa penganggaran kegiatan tersebut tidak berada di bawah Sekretariat DPRD. Ia juga mengaku tidak mengetahui secara rinci pelaksanaan studi tiru ke Bali yang melibatkan istri anggota dewan.
"Kewenangan mungkin seperti itu (tidak dianggarkan di DPRD). Adakah itu kegiatan," ujarnya singkat.
Kantor DPRD Pangkep (Google Maps)