Dirut KAI Buka Suara Soal Pemindahan Gerbong Wanita, Tegaskan Keselamatan untuk Semua Gender

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 29 Apr 2026, 14:31
thumbnail-author
Dedi
Penulis & Editor
Bagikan
Direktur Utama PT KAI (Persero) Bobby Rasyidin (kiri) memberikan keterangan di Istana Kepresidenan Jakarta, Senin 3 November 2025. (ANTARA/Fathur Rochman) Direktur Utama PT KAI (Persero) Bobby Rasyidin (kiri) memberikan keterangan di Istana Kepresidenan Jakarta, Senin 3 November 2025. (ANTARA/Fathur Rochman) (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero) Bobby Rasyidin menanggapi wacana pemindahan posisi gerbong khusus wanita ke bagian tengah rangkaian KRL. Usulan tersebut sebelumnya disampaikan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Arifah Fauzi.

Bobby menegaskan bahwa keselamatan seluruh penumpang menjadi prinsip utama yang tidak dibedakan berdasarkan gender. Ia menekankan bahwa baik penumpang perempuan maupun laki-laki mendapatkan perlindungan yang sama tanpa pengecualian.

"Kami tidak membedakan gender laki-laki dan perempuan. Bagi kami PT Kereta Api Indonesia keselamatan adalah nomor satu. Tidak ada toleransi, tidak ada kompromi, baik pelanggan perempuan maupun laki-laki," ujar Bobby di Stasiun Bekasi Timur, Jawa Barat, Rabu (29/4).

Baca Juga: 4 Anggota TNI Didakwa Siram Air Keras ke Aktivis KontraS untuk Beri Efek Jera

Lebih lanjut, Bobby menjelaskan bahwa kebijakan pemisahan gerbong wanita yang selama ini diterapkan bukan tanpa alasan. Langkah tersebut didasarkan pada sejumlah pertimbangan, mulai dari aspek kenyamanan hingga upaya pencegahan pelecehan di dalam kereta.

Ia menyebutkan bahwa penempatan gerbong wanita juga dirancang untuk memudahkan akses bagi penumpang perempuan sekaligus memberikan rasa aman tambahan karena lokasinya berdekatan dengan petugas.

"Selama ini kami melakukan pemisahan karena beberapa aspek. Pertama, supaya tidak terjadi harassment. Kedua, memberikan kemudahan akses untuk perempuan. Ketiga, memberikan security yang lebih karena lebih dekat dengan penjaga yang ada di situ, maka dari ujung ke ujung," jelasnya.

Sementara itu, usulan pemindahan posisi gerbong wanita ke tengah rangkaian muncul dari Menteri PPPA Arifah Fauzi setelah insiden tabrakan antara KA Argo Bromo Anggrek dan KRL di Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/4). Tingginya jumlah penumpang perempuan yang menjadi korban dalam peristiwa tersebut menjadi salah satu pertimbangan utama.

Baca Juga: Kadin Dorong Pengusaha Lokal Tingkatkan Produksi Telur untuk Kebutuhan Program MBG

Arifah menyampaikan bahwa perubahan tata letak gerbong perlu dikaji ulang agar dapat memberikan perlindungan yang lebih optimal bagi penumpang perempuan.

"Tadi, kalau tadi kita ngobrol dengan KAI itu kenapa ditaruh di paling depan, paling belakang, supaya tidak terjadi rebutan. Tapi dengan peristiwa ini, kita mengusulkan kalau bisa yang perempuan itu ditaruh di tengah," ujar Arifah di RSUD dr. Chasbullah Abdulmadjid Kota Bekasi, Selasa (28/4).

"Jadi yang laki-laki di ujung, depan-belakang itu laki-laki, jadi yang perempuan di tengah. Tadi sementara itu," sambungnya.

Ia juga mengungkapkan sempat terkejut saat mengetahui adanya korban laki-laki dalam insiden tersebut. Setelah ditelusuri, korban laki-laki berada di gerbong campuran serta di dalam rangkaian kereta Argo Bromo Anggrek yang terlibat dalam tabrakan.

"Saya kaget kok korbannya ada yang laki-laki, oh ternyata mereka ada di gerbong tiga dan ada yang dari Argo Bromo Anggrek gitu," ujar Arifah.

x|close