Iran Terapkan Aturan Baru di Selat Hormuz, Apa Itu?

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 3 Mei 2026, 05:30
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Ilustrasi - Unit-unit angkatan laut dari Iran dan Rusia melakukan simulasi penyelamatan kapal yang dibajak selama latihan angkatan laut gabungan yang diadakan di Pelabuhan Bandar Abbas dekat Selat Hormuz di Hormozgan, Iran, (19/2/2026). (ANTARA/Latih Ilustrasi - Unit-unit angkatan laut dari Iran dan Rusia melakukan simulasi penyelamatan kapal yang dibajak selama latihan angkatan laut gabungan yang diadakan di Pelabuhan Bandar Abbas dekat Selat Hormuz di Hormozgan, Iran, (19/2/2026). (ANTARA/Latih (Antara)

Ntvnews.id, Taheran - Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) mengumumkan penerapan aturan baru di sepanjang garis pantai Teluk dan Selat Hormuz. Kebijakan tersebut disebut sebagai arahan langsung dari Pemimpin Tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei.

Dalam pernyataan yang disiarkan media pemerintah Press TV, Angkatan Laut IRGC menyatakan akan mengendalikan penuh hampir 2.000 kilometer garis pantai Iran di kawasan tersebut.

Pihak IRGC menegaskan kebijakan baru itu bertujuan menjadikan wilayah perairan tersebut sebagai “sumber mata pencaharian dan kekuatan bagi kemuliaan rakyat Iran, serta sumber keamanan dan kemakmuran bagi kawasan.”

Meski demikian, pemerintah Iran belum membeberkan rincian teknis mengenai aturan baru yang diterapkan di Selat Hormuz tersebut.

Baca Juga: Menteri Angkatan Laut AS Mundur di Tengah Ketegangan Selat Hormuz

Pengumuman ini muncul di tengah meningkatnya ketegangan di Selat Hormuz setelah Teheran membatasi lalu lintas pelayaran di jalur strategis itu sebagai respons terhadap serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel yang dimulai pada 28 Februari lalu.

Upaya diplomatik untuk meredakan konflik hingga kini masih menemui jalan buntu. Gencatan senjata sempat diumumkan pada 8 April melalui mediasi Pakistan.

Namun, pembicaraan yang berlangsung di Islamabad pada 11-12 April gagal menghasilkan kesepakatan konkret antara pihak-pihak yang terlibat konflik.

Ilustrasi - Selat Hormuz, Iran. (ANTARA/Anadolu/py.) <b>(Antara)</b> Ilustrasi - Selat Hormuz, Iran. (ANTARA/Anadolu/py.) (Antara)

Presiden AS Donald Trump kemudian secara sepihak memperpanjang masa gencatan senjata tanpa menetapkan batas waktu baru atas permintaan Pakistan.

Walau status gencatan senjata masih berlaku, AS sejak 13 April 2026 telah memberlakukan blokade laut terhadap lalu lintas maritim Iran di kawasan tersebut.

Langkah Washington itu disebut bertujuan menekan jalur logistik Iran, yang kemudian dibalas Teheran melalui pengumuman aturan pengendalian pantai terbaru ini.

TERKINI

Iran Terapkan Aturan Baru di Selat Hormuz, Apa Itu?

Luar Negeri Minggu, 3 Mei 2026 | 05:30 WIB

UEA Resmi Larang Warganya Bepergian ke Iran, Lebanon, dan Irak

Luar Negeri Minggu, 3 Mei 2026 | 05:00 WIB

Trump Ancam Ambil Alih Kuba Secepatnya

Luar Negeri Minggu, 3 Mei 2026 | 04:30 WIB

Negosiasi Mandek, AS dan Israel Siap Kembali Serang Iran

Luar Negeri Minggu, 3 Mei 2026 | 04:00 WIB

Ngeri, Pesawat Tabrak Jembatan Penghubung di Bandara

Luar Negeri Sabtu, 2 Mei 2026 | 21:20 WIB

NATO Geram AS Tarik 5.000 Pasukan dari Jerman

Luar Negeri Sabtu, 2 Mei 2026 | 21:05 WIB
Load More
x|close