Ntvnews.id, Jakarta - Menteri Transmigrasi Iftitah Sulaiman Suryanagara menyebut, China membutuhkan sekitar 4 miliar butir kelapa per tahun.
Namun, saat ini produksi domestik China baru mampu memenuhi sekitar 1 miliar butir, sehingga terdapat kekurangan hingga 3 miliar butir kelapa.
Hal tersebut menurutnya sebagai peluang meningkatkan ekspor kelapa ke China di tengah tingginya kebutuhan negara tersebut.
"Kebutuhan 4 miliar butir kelapa, sementara Tiongkok itu baru bisa memenuhi kebutuhannya 1 miliar butir. Jadi masih ada gap sekitar 3 miliar butir kelapa," ucap Mentrans, Senin 13 April 2026.
Mentrans mengungkapkan, kebutuhan kelapa diperkirakan mencapai Rp110 triliun per tahun.
Selain kelapa, komoditas lain yang diminati adalah durian, dengan nilai kebutuhan mencapai sekitar Rp120 triliun per tahun.
"Kebutuhan kalau tadi durian kebutuhannya per tahun sekitar Rp120 triliun," jelasnya,
Lebih lanjut, Mentrans menyebut ekspor durian masih dalam tahap awal dengan produk beku atau frozen.
Nantinya, pemerintah menargetkan ke depan dapat mengekspor durian segar sesuai dengan keinginan konsumen China.
"Ke depan kami akan upayakan untuk durian yang segar dan itu juga yang diharapkan oleh masyarakat Tiongkok, mereka mengharapkan durian-durian yang segar," ungkapnya.
Baca juga: BGN Setop Sementara 9 SPPG di Gresik Buntut Sajikan Kelapa Utuh pada Menu MBG
Mentrans mengungkapkan kebutuhan durian tersebut berasal dari kawasan transmigrasi di Parigi Moutong, Sulawesi Tengah yang merupakan salah satu kebun durian terbesar di Indonesia.
Menteri Transmigrasi (Mentrans) Iftitah Sulaiman Suryanagara menyebut, pemerintah China bahkan siap menjadi pembeli untuk komoditas durian dari kawasan transmigrasi. (Ntvnews.id-Muslimin Trisyuliono)