Purbaya: APBN Tekor Rp54,6 Triliun di Januari 2026, Masih Terkendali

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 23 Feb 2026, 12:15
thumbnail-author
Muslimin Trisyuliono
Penulis
thumbnail-author
Tim Redaksi
Editor
Bagikan
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa dalam konferensi pers APBN Kita Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa dalam konferensi pers APBN Kita (Ntvnews.id-Muslimin Trisyuliono)


Ntvnews.id
, Jakarta - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa melaporkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) defisit Rp54,6 triliun hingga akhir Januari 2026. Defisit anggatan tersebut setara 0,21 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB) nasional.

"Posisi defisit APBN tercatat mencapai Rp54,6 triliun atau hanya 0,21 persen dari PDB. Angka ini masih sangat terkendali dan berada dalam koridor desain APBN 2026," ucap Purbaya dalam konferensi pers APBN Kita Edisi Februari 2026, Senin 23 Februari 2026.

Lebih lanjut Purbaya menjelaskan, realisasi APBN hingga 31 Januari 2026 menunjukkan kinerja yang solid.

Adapun untuk pendapatan negara telah mencapai Rp172,7 triliun atau 5,5 persen dari target APBN, tumbuh sebesar 9,5 persen year on year.

"Kinerja ini ditopang oleh penerimaan perpajakan yang tetap kuat serta PNBP yang mulai menunjukkan pemulihan di luar komponen non-berulang tahun lalu," ungkap Purbaya.

Baca jugaKemenkeu Klarifikasi Pernyataan Purbaya Soal Gugatan Guru Honorer

Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa dalam konferensi pers APBN Kita <b>(Ntvnews.id-Muslimin Trisyuliono)</b> Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa dalam konferensi pers APBN Kita (Ntvnews.id-Muslimin Trisyuliono)

Di sisi negara terrealisasi sebesar Rp227,3 triliun atau 5,9 persen dari pagu APBN tumbuh tinggi sebesar 25,7 persen year on year.

Menurutnya hal ini menunjukkan akselerasi belanja pemerintah sejak awal tahun mendukung program prioritas menjaga daya beli dan mendorong pertumbuhan ekonomi di triwulan pertama.

"Pertumbuhan pajak di bulan Januari itu tumbuhnya 30,7 persen dibandingkan dengan tahun lalu. Ini artinya ada perbaikan ekonomi maupun ada perbaikan sedikit atau banyak dari efisiensi pengumpulan pajak. Saya harap ke depannya akan berlanjut terus," bebernya.

Baca jugaKemenkeu Klarifikasi Ucapan Purbaya Terkait Gugatan Guru Honorer di APBN 2026

Sementara itu, defisit berkesinambungan primer tercatat sebesar Rp4,2 triliun ini menunjukkan posisi fiskal yang tetap terkerolah secara prudent.

Dari sisi pembiayaan, realisasi mencapai Rp105,1 triliun atau 15,2 persen dari target.

"Dengan pendapatan yang tumbuh positif, belanja yang terakselerasi dan defisit yang tetap terkendali. Kita optimis APBN akan terus menjaga stabilitas sekaligus mendukung momentum pertumbuhan ekonomi nasional sepanjang tahun 2026," tandasnya.

x|close