Di Depan Puluhan Dubes, Airlangga Ungkap Proyek PLTS Kapasitas 100 GW hingga AI

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 10 Jul 2026, 16:47
thumbnail-author
Muslimin Trisyuliono
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dan Wakil Ketua Umum Koordinator Bidang Luar Negeri Kadin Indonesia James Riady dalam agenda Monthly Economic Diplomatic Breakfast Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dan Wakil Ketua Umum Koordinator Bidang Luar Negeri Kadin Indonesia James Riady dalam agenda Monthly Economic Diplomatic Breakfast (Ntvnews.id-Muslimin Trisyuliono)

Ntvnews.id, Jakarta - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menggelar agenda Monthly Economic Diplomatic Breakfast di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jumat 10 Juli 2026.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengajak para duta besar negara sahabat memperkuat kerja sama ekonomi dengan Indonesia di tengah ketidakpastian global

Airlangga mengungkapkan, acara tersebut dihadiri perwakilan dari lebih dari 67 negara, termasuk 34 duta besar.

"Hari ini saya menghadiri acara Kadin Indonesia Monthly Diplomatic yang diselenggarakan oleh duta besar negara sahabat. Tadi lebih dari 67 negara dan ada 34 duta besar langsung hadir," ucap Airlangga.

Baca juga: Menko Airlangga Sebut Implementasi Program B50 Bisa Menghemat Devisa Rp177 Triliun

"Jadi di tengah ketidakpastian, terutama selain terkait dengan konflik geopolitik yang belum selesai, baik di Ukraina maupun di Selat Hormuz, ditambah lagi ketidakpastian dengan teknologi disruption seperti artificial intelligence, Indonesia harus memperkuat fondasi ekonomi, terutama terkait dengan supply chain," lanjutnya.

Lebih lanjut, Airlangga mengungkapkan implementasi program biodiesel B50 yang dinilai mampu meningkatkan kemandirian energi nasional. 

Menurutnya dengan penerapan B50, Indonesia disebut tidak lagi mengimpor solar sehingga dapat menghemat devisa hingga Rp177 triliun serta berkontribusi pada pengurangan emisi karbon sekitar 44 juta ton setara CO2.

Selain itu, pemerintah juga mulai menjalankan program pembangkit listrik tenaga surya berkapasitas 100 gigawatt yang akan mendukung hilirisasi industri baterai kendaraan listrik.

"Itu investasinya di kawasan baik itu di Kendal maupun di Jawa Tengah dan Jawa Timur," lanjutnya.

Kemudian pengembangan artificial intelligence (AI) menjadi salah satu fokus pemerintah. Menurutnya, Indonesia telah memiliki modal berupa energi hijau, jaringan serat optik antarpulau.

"Terkait dengan AI itu kuncinya dari ekosistem daripada digital, yang pertama tentu green energy, yang kedua tentu infrastruktur antar pulau yang kita sudah punya yang namanya fiber optik," jelas Airlangga.

Baca juga: Airlangga Pastikan Fundamental Ekonomi RI Solid Meski Rupiah Tembus Rp18 Ribu per Dolar AS

Wakil Ketua Umum Koordinator Bidang Luar Negeri Kadin Indonesia James Riady  <b>(Ntvnews.id-Muslimin Trisyuliono)</b> Wakil Ketua Umum Koordinator Bidang Luar Negeri Kadin Indonesia James Riady (Ntvnews.id-Muslimin Trisyuliono)

Sementara itu, Wakil Ketua Umum Koordinator Bidang Luar Negeri Kadin Indonesia James Riady mengapresiasi langkah pemerintah yang membuka ruang dialog langsung untuk memaparkan perkembangan ekonomi Indonesia.

Menurutnya, paparan pemerintah mengenai strategi pengembangan AI dan infrastruktur digital menjadi salah satu hal yang paling menarik dalam pertemuan tersebut. 

"Saya kira ini sesuatu hal yang ini hari kita dengar yang luar biasa dan katanya bulan ini akan ke Batam. Jadi saya kira justru hal-hal sepertilah yang dibutuhkan," ungkap James.

x|close