Airlangga Sebut Insentif Kendaraan Listrik Masih Dievaluasi Bersamaan dengan Persiapan Mobil Nasional

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 29 Jun 2026, 18:15
thumbnail-author
Jihan Dwicahya
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Ilustrasi - Pengendara mengisi daya kendaraan di Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) PLN, Gambir Jakarta, Senin, 29 Juni 2026. Ilustrasi - Pengendara mengisi daya kendaraan di Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) PLN, Gambir Jakarta, Senin, 29 Juni 2026. (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Pemerintah masih mengkaji rencana pemberian insentif untuk kendaraan listrik seiring dengan persiapan pengembangan program mobil nasional yang tengah digodok saat ini.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan evaluasi masih dilakukan sehingga pemerintah belum dapat memastikan kapan insentif kendaraan listrik akan mulai diberlakukan.

"Nanti masih dievaluasi, terutama kita sedang mempersiapkan mobil nasional," ujar Airlangga saat ditemui di Gedung Smesco, Jakarta, Senin, 29 Juni 2026.

Pernyataan tersebut disampaikan saat Airlangga menanggapi pertanyaan mengenai kepastian implementasi insentif kendaraan listrik yang sebelumnya sempat diwacanakan akan mulai berlaku pada Agustus 2026.

Baca Juga: Airlangga Siapkan Stimulus Ekonomi Semester II 2026, Diskon Tiket hingga Insentif Pajak Penulis

Meski demikian, Airlangga belum menjelaskan secara rinci alasan di balik belum diterapkannya kebijakan insentif tersebut maupun hasil evaluasi yang sedang dilakukan pemerintah.

Saat ini pemerintah masih mempelajari berbagai skema insentif yang diharapkan dapat mendorong peningkatan penjualan kendaraan listrik sekaligus memperkuat ekosistem industri kendaraan listrik nasional.

Hingga kini belum ada keputusan resmi terkait bentuk insentif maupun jadwal pelaksanaannya.

Di tengah pembahasan kebijakan tersebut, tren penjualan kendaraan listrik di Indonesia terus menunjukkan pertumbuhan. Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), penjualan mobil listrik berbasis baterai atau battery electric vehicle (BEV) sepanjang kuartal pertama 2026 mencapai 33.150 unit. Angka itu meningkat 95,9 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Baca Juga: Airlangga Umumkan 8 Stimulus Ekonomi Semester II 2026 Senilai Rp26,34 Triliun

Sementara itu, populasi sepeda motor listrik di Indonesia hingga Februari 2026 tercatat sebanyak 236.451 unit. Jumlah tersebut setara sekitar 65 persen dari keseluruhan populasi kendaraan listrik nasional.

Sebelumnya, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan pemerintah tengah menyiapkan program insentif kendaraan listrik yang ditargetkan menjangkau masing-masing 100 ribu unit mobil listrik dan 100 ribu unit sepeda motor listrik pada tahun ini.

Untuk kendaraan roda dua listrik, nilai insentif yang disiapkan diperkirakan mencapai Rp5 juta per unit. Adapun besaran insentif untuk mobil listrik hingga kini masih belum diumumkan pemerintah.

(Sumber: Antara)

x|close