Ntvnews.id, Jakarta - PT RANS Entertainment Indonesia Tbk (kode saham: RANS) menerapkan strategi diversifikasi bisnis sebagai upaya mengurangi ketergantungan perusahaan terhadap figur Raffi Ahmad dan Nagita Slavina. Langkah tersebut dilakukan demi menciptakan pertumbuhan usaha yang lebih berkelanjutan dalam jangka panjang.
Direktur Utama RANS Nagita Slavina menyampaikan hal itu saat menjawab pertanyaan wartawan terkait tren penurunan pendapatan perseroan sejak 2023 dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat, 10 Juli 2026.
“Mengenai penurunan pendapatan pada tahun 2025, memang itu merupakan salah satu strategi kami untuk mengurangi ketergantungan terhadap saya dan Raffi,” kata Nagita.
Ia menjelaskan, RANS telah mulai menjalankan strategi diversifikasi usaha sejak beberapa tahun terakhir. Upaya tersebut berdampak pada penurunan kontribusi pendapatan dari aktivitas sebagai brand ambassador yang sebelumnya sekitar 24 persen pada 2023 menjadi sekitar 14 persen pada 2025.
Di sisi lain, lini bisnis non-media kini menyumbang sekitar 51,76 persen dari total pendapatan perusahaan pada 2025.
Menurut Nagita, strategi tersebut merupakan bentuk mitigasi risiko jangka panjang agar keberlangsungan bisnis tidak lagi bergantung pada figur individu maupun keluarga pendiri.
Baca Juga: Raffi Ahmad Sebut Haji Isam Miliki Saham di RANS: Beliau Mentor Saya
“Ke depan, kami akan lebih fokus pada intellectual property (IP) based product, event, dan juga pemanfaatan artificial intelligence (AI),” kata dia.
Berdasarkan laporan keuangan perseroan, pendapatan RANS mengalami tren penurunan sepanjang periode 2023 hingga 2025.
Pada 2024, pendapatan perusahaan tercatat sebesar Rp410,50 miliar atau turun 6,24 persen secara tahunan (year on year/yoy) dibandingkan Rp437,81 miliar pada 2023. Penurunan berlanjut pada 2025, ketika pendapatan kembali terkoreksi 13,91 persen (yoy) menjadi Rp353,38 miliar.
Sementara itu, laba bersih sempat meningkat dari Rp84,45 miliar pada 2023 menjadi Rp97,07 miliar pada 2024 atau naik 14,94 persen (yoy). Namun, pada 2025 laba bersih kembali melemah sebesar 41,60 persen (yoy) menjadi Rp56,69 miliar.
Komisaris Utama RANS Darwin Cyril Noerhadi mengatakan pengembangan bisnis berbasis intellectual property (IP) menjadi fondasi utama bagi keberlanjutan industri kreatif.
Menurutnya, hak kekayaan intelektual menjadi dasar lahirnya berbagai produk turunan, seperti merchandise, film, musik, hingga beragam produk kreatif lainnya. Karena itu, perlindungan terhadap IP menjadi aspek yang sangat penting.
Baca Juga: Resmi Melantai di Bursa, RANS Entertainment Buka Suara soal Isu Pencucian Uang
Ia juga menilai perkembangan digitalisasi serta artificial intelligence akan semakin memperbesar peluang bisnis di sektor tersebut.
Cyril menjelaskan, sebagian dana hasil penawaran umum perdana saham (IPO) juga akan dialokasikan untuk memperkuat pemanfaatan AI. Menurutnya, teknologi tersebut bukan untuk menggantikan kreativitas manusia, melainkan meningkatkan produktivitas dan efisiensi dalam proses kreatif.
Selain itu, ia menegaskan bahwa status RANS sebagai perusahaan terbuka menuntut penerapan tata kelola perusahaan yang semakin profesional.
Dengan melepas sekitar 20 persen saham kepada publik, perusahaan wajib mematuhi seluruh ketentuan regulator, mulai dari aspek hukum, penyusunan laporan keuangan yang telah diaudit, hingga keterbukaan informasi kepada publik.
Cyril juga menyampaikan kehadiran Emtek sebagai pemegang saham minoritas terbesar diharapkan dapat memperkuat profesionalisme perusahaan, khususnya dalam pengembangan intellectual property sebagai pilar utama bisnis RANS.
Pada Jumat, 10 Juli 2026, RANS resmi melaksanakan IPO dengan menghimpun dana sebesar Rp429,25 miliar.
Dana tersebut akan dialokasikan untuk penyelenggaraan konser sebesar 37,61 persen atau Rp161,5 miliar, akuisisi 51 persen saham PT Rans Kosmetika Indonesia sebesar 19,80 persen atau Rp85 miliar, serta pengembangan wahana bermain dan belajar Cipungland sebesar 18,64 persen atau Rp80 miliar.
Baca Juga: RANS Gunakan Dana IPO Rp161,5 Miliar untuk Gelar 16 Konser hingga 2028
Selain itu, sebanyak 8,15 persen atau Rp35 miliar dari dana IPO akan digunakan untuk investasi pada perusahaan patungan berbasis AI bersama PT Feedloop Global Teknologi.
Pada hari pertama perdagangan, saham RANS dibuka di level Rp228 per saham dan bertahan di posisi tersebut. Nilai itu meningkat 34,12 persen atau 58 poin dibandingkan harga IPO sebesar Rp170 per saham, sehingga langsung menyentuh batas auto reject atas (ARA).
Adapun komposisi kepemilikan saham RANS didominasi oleh Raffi Farid Ahmad dengan porsi 62,93 persen. Selanjutnya publik memiliki 20,02 persen saham, PT Indonesia Entertainmen Grup 7,23 persen, Soultan Ariq Rachman 2,74 persen, Dony Oskaria 2,74 persen, Sutanto Hartono 1,14 persen, Nagita Slavina Mariana Tengker 0,99 persen, Kaesang Pangarep 0,91 persen, Hikmat Janika 0,68 persen, dan PT Ekonomi Baru Investasi Teknologi sebesar 0,61 persen.
(Sumber: Antara)
Direktur Utama PT RANS Entertainment Indonesia Tbk (RANS) Nagita Slavina (kedua dari kiri), Founder RANS Raffi Ahmad (kiri), Komisaris Utama RANS Darwin Cyril Noerhadi (kedua dari kanan), dan Managing Director Emtek Group Sutanto Hartono (kanan) menjawab pertanyaan media dalam konferensi pers di Main Hall Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Jumat, 10 Juli 2026 (Antara)