Purbaya Lapor APBN Tekor Rp695,1 T Sepanjang 2025, Meleset dari Target

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 8 Jan 2026, 15:01
thumbnail-author
Muslimin Trisyuliono
Penulis
thumbnail-author
Siti Ruqoyah
Editor
Bagikan
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan bahwa realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Hingga 31 Desember 2025 defisit sebesar Rp695,1 triliun. Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan bahwa realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Hingga 31 Desember 2025 defisit sebesar Rp695,1 triliun. (Ntvnews.id-Muslimin Trisyuliono)


Ntvnews.id
, Jakarta - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan bahwa realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Hingga 31 Desember 2025 defisit sebesar Rp695,1 triliun.

Purbaya menjelaskan angka defisit ini setara dengan 2,92 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).

"kita tetap jaga pastikan bahwa defisitnya tidak di atas 3 persen, defisitnya memang naik ke 2,92 persen dari rencna awal 2,53 persen," ucap Purbaya dalam konferensi pers APBN Kita, Kamis 8 Januari 2026.

Purbaya merincikan, untuk pendapatan negara hingga akhir Desember mencapai Rp2.756 triliun atau setara dengan 91,7 persen pendapatan dari target APBN 2025.

Baca juga: Menteri Mulai Berdatangan di Hambalang Ikuti Retret, Purbaya: Bahas Program Unggulan

Baca juga: Purbaya Terbitkan Aturan Beli Rumah dan Apartemen di 2026 Bebas PPN 100 Persen

Dalam hal ini, pendapatan negara berasal dari penerimaan pajak sebesar Rp1.917,9 triliun, kepabeanan dan cukai sebesar Rp300,3 triliun, penerimaan negara bukan pajak (PNBP) Rp534,1 triliun.

Kemudian belanja negara hingga akhir Desember mencopau Rp3.451 triliun atau setara dengan 95,3 persen dari target APBN 2025.

Sementara itu, dari sisi keseimbangan primer juga mencatatkan defisit sebesar Rp180,7 triliun.

"Saya yakin nanti tahun 2026 dengan membaiknya pondasi perekonomian dan menguatnya momentum pertumbuhan ekonomi ke depan harusnya sih defisit bisa ditekan ke level yang lebih rendah dengan dampak pertumbuhan ekonomi ke masyarakat yang lebih besar dibanding tahun lalu," tandasnya.

x|close