Ntvnews.id, Bogor - Sejumlah menteri Kabinet Merah Putih mulai berdatangan ke kediaman pribadi Presiden Prabowo Subianto di Hambalang, Bogor, Selasa, 6 Januari 2026 untuk mengikuti agenda retret jilid II. Kehadiran para menteri ini menandai dimulainya rangkaian kegiatan evaluasi dan pembahasan program kerja pemerintah di awal tahun 2026.
Beberapa pejabat yang telah terlihat hadir antara lain Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, serta Kepala Staf Angkatan Laut. Kedatangan mereka dilakukan secara bertahap sejak pagi hari.
Sejumlah menteri tampak mengenakan pakaian berwarna cokelat. Sementara itu, akses peliputan bagi jurnalis dibatasi dan hanya diperbolehkan sampai di pintu gerbang Padepokan Garuda Yaksa.
Baca Juga: Prabowo Gelar Retret Kabinet Merah Putih di Hambalang untuk Evaluasi Program
Airlangga menyampaikan bahwa retret yang digelar di awal 2026 ini akan membahas berbagai program kerja pemerintah sekaligus mendengarkan arahan khusus dari Presiden Prabowo Subianto. Meski demikian, ia belum bersedia mengungkapkan secara rinci arahan yang akan disampaikan kepala negara.
"Nanti kita monitor,” ucapnya.
Kegiatan retret dijadwalkan berlangsung hingga malam hari, mengingat sejumlah menteri juga akan berperan sebagai pembicara dalam forum tersebut.
Padepokan Garuda Yaksa Hambalang (NTVnews.id/Deddy Setiawan)
Hal senada disampaikan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. Ia memperkirakan pembahasan dalam retret akan berfokus pada program-program unggulan pemerintah ke depan.
"Sepertinya ini akan bahas program-program unggulan ke depan kalau saya lihat pembicaranya,” ujarnya.
Baca Juga: Pramono Pastikan Pembongkaran Tiang Monorel Pekan Depan Tanpa Penutupan Jalan
Purbaya juga mengungkapkan bahwa ada beberapa menteri yang dijadwalkan untuk menyampaikan paparan. Namun, ia mengaku tidak termasuk di antaranya.
"Saya sudah hapalin macam-macam, hapalin ekonomi, APBN, dan macam-macam, tapi kayaknya saya nggak disuruh ngomong,” kata Purbaya.
Menteri Keuangan Purbaya (Istimewa)