Kendalikan Gula Darah, Awali Makan dengan Sayuran

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 23 Feb 2026, 12:25
thumbnail-author
Naurah Faticha
Penulis
thumbnail-author
Tim Redaksi
Editor
Bagikan
Ilustrasi - Salad sayur. ANTARA/Pexel Ilustrasi - Salad sayur. ANTARA/Pexel (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Mengatur urutan makanan yang dikonsumsi saat makan ternyata berdampak pada kadar gula darah. Sayuran yang disantap lebih dahulu disebut mampu membentuk lapisan serat di sistem pencernaan sehingga memengaruhi respons gula darah setelah makan.

Masyarakat dianjurkan memulai santapan dengan sayuran non-tepung (non-starchy) sebagai langkah menjaga kesehatan metabolik.

"Studi menunjukkan bahwa urutan makanan yang dimakan saat makan dapat memengaruhi kadar gula darah pasca makan," kata ahli sains nutrisi (MS) sekaligus koordinator dukungan nutrisi di Tufts Medical Center, Grace Phelan, dilansir dari EatingWell.

Ia mencontohkan brokoli panggang atau selada sebagai menu pembuka yang baik karena kaya serat. Kandungan serat pada sayuran membantu memperlambat proses pencernaan karbohidrat.

"Memakannya lebih awal saat makan dapat membantu memoderasi gula darah dengan menciptakan peningkatan glukosa yang lebih lambat dan bertahap," imbuh Phelan.

Setelah sayuran, sumber protein dan lemak dianjurkan untuk dikonsumsi. Pilihannya bisa berupa ayam panggang, ikan, telur, atau tahu. Kombinasi protein dan lemak secara alami memperlambat pengosongan lambung, sehingga penyerapan glukosa dari karbohidrat berlangsung lebih bertahap.

Baca Juga: Jangan Berlebihan, Dokter Ingatkan Takjil Bukan Ajang Makan Besar

"Hal ini, pada gilirannya, dapat menumpulkan lonjakan gula darah," kata ahli diet terdaftar (RD) dari Health For Life Medical Centre, Avery Zenker, dalam laporan yang sama.

Zenker menambahkan, protein juga merangsang hormon usus GLP-1 yang membantu meningkatkan produksi insulin secara lebih efisien sekaligus menekan nafsu makan.

"Strategi ini mungkin juga bermanfaat untuk kondisi kesehatan lain yang terkait dengan resistensi insulin," tambah Zenker.

Adapun makanan tinggi karbohidrat seperti nasi atau kentang disarankan dikonsumsi terakhir. Serat dan protein yang telah lebih dulu masuk akan bertindak sebagai penyangga.

"Alih-alih mendapatkan aliran karbohidrat cepat, gula membutuhkan waktu untuk berpindah melalui perut sebelum diserap," kata Zenker.

Sejumlah penelitian menunjukkan metode ini mampu menurunkan lonjakan gula darah hingga 44 persen pada penderita diabetes tipe 2.

Selain itu, berjalan kaki ringan selama 10 menit setelah makan juga membantu otot menyerap glukosa tanpa memerlukan banyak hormon insulin.

"Ini tidak perlu sempurna, cukup mulai makan dengan makanan kaya serat dan protein untuk membuat perbedaan nyata," tutur Phelan.

Baca Juga: Dokter: Karbohidrat Berlebihan Saat Sahur Bisa Picu Lapar Lebih Cepat

(Sumber: Antara) 

x|close