Ntvnews.id, Jakarta - Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso mengungkapkan penyebab harga cabai masih tinggi di pasaran.
Dalam hal ini, ia menyebut faktor cuaca yakni El Nino menyebabkan produksi cabai mengalami penurunan.
"faktor cuaca sebenarnya. Kami sudah komunikasi memang ya cuacanya seperti ini jadi produksinya menurun," ucapp Busan, Selasa 3 November 2026.
Pria yang akrab disapa Busan itu mengatakan, pihaknya telah berkomunikasi dengan sejumlah pihak terkait kondisi produksi cabai yang terdampak cuaca.
Baca Juga: BPS: Nilai Tukar Petani Oktober 2026 Menguat, Karet hingga Cabai Merah Jadi Penopang
Menurutnya penurunan produksi tersebut turut memengaruhi pasokan dan harga cabai di sejumlah daerah.
Untuk mengatasi ketimpangan pasokan antarwilayah, pemerintah melakukan distribusi cabai dari daerah yang mengalami surplus ke daerah yang kekurangan pasokan.
Ia mencontohkan, pemerintah telah mengirimkan sebanyak 7 ton cabai dari Jawa Timur ke Halmahera. Pengiriman tersebut dilakukan karena Jawa Timur memiliki surplus produksi cabai.
Menurutnya, langkah distribusi tersebut merupakan hasil kerja sama Kementerian Perdagangan dengan Badan Pangan Nasional (Bapanas), Bank Indonesia (BI), serta pemerintah daerah.
"Jadi kerja sama kita dengan Bapanas, kerja sama dengan BI dan pemerintah daerah ya. Kita ngirim 7 ton ke Halmahera," lanjutnya.
Baca Juga: Inflasi Oktober 2026 Tembus 0,22 Persen, Cabai Merah Jadi Biang Kerok
Selain cabai, pemerintah juga tengah mempersiapkan distribusi komoditas pangan lainnya untuk menjaga ketersediaan pasokan di berbagai daerah.
Berdasarkan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional (PIHPS) Bank Indonesia (BI), harga sejumlah jenis cabai masih berada di level tinggi.
Harga cabai merah besar tercatat sebesar Rp68.350 per kilogram (kg), turun 6,05 persen atau Rp4.400, cabai merah keriting dibanderol Rp85.050 per kg, turun tipis 0,06 persen atau Rp50.
Adapun harga cabai rawit hijau mencapai Rp74.850 per kg, terkoreksi 6,09 persen atau Rp4.850, sedangkan cabai rawit merah masih menjadi yang termahal dengan harga Rp90.850 per kg, meskipun telah turun 9,47 persen atau Rp9.500.
Harga cabai rawit merah masih berada di kisaran Rp90.000 per kg.
Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso mengungkapkan penyebab harga cabai masih tinggi di pasaran.