Mendag Bongkar Penyebab Harga Cabai Naik

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 8 Okt 2026, 16:06
thumbnail-author
Naila Fadhilah
Penulis
thumbnail-author
Siti Ruqoyah
Editor
Bagikan
Warga memilih cabai rawit di salah satu pedagang di Pasar Kosambi, Bandung, Jawa Barat, Selasa (6/10/2026). Pedagang setempat mengatakan sejak Senin (5/10) harga cabai rawit di berbagai pasar tradisional di Kota Bandung mengalami kenaikan menjadi Rp100.000 per kilogram dibandingkan pada hari Minggu (4/10) Rp90.000 per kilogram akibat penurunan pasokan dari daerah sentra produksi saat kemarau panjang Warga memilih cabai rawit di salah satu pedagang di Pasar Kosambi, Bandung, Jawa Barat, Selasa (6/10/2026). Pedagang setempat mengatakan sejak Senin (5/10) harga cabai rawit di berbagai pasar tradisional di Kota Bandung mengalami kenaikan menjadi Rp100.000 per kilogram dibandingkan pada hari Minggu (4/10) Rp90.000 per kilogram akibat penurunan pasokan dari daerah sentra produksi saat kemarau panjang (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta -Menteri Perdagangan Republik Indonesia, Budi Santoso, mengungkapkan bahwa kenaikan harga komoditas cabai di pasaran saat ini salah satunya dipicu oleh penurunan volume produksi yang diakibatkan oleh faktor cuaca serta siklus musiman.

“Cabai ini kan salah satu faktornya adalah faktor produksi, termasuk juga faktor musiman. Pada musim tertentu, apalagi sekarang ini memang produksinya lagi turun,” ujarnya kepada awak media di Jakarta, Kamis (8/10).

Budi menyebutkan bahwa rata-rata harga cabai rawit saat ini berada di kisaran Rp70.000 per kilogram, yang mana angka tersebut jauh berada di atas Harga Acuan Penjualan (HAP) yang dipatok sekitar Rp57.000 per kilogram.

Menghadapi kondisi ini, ia memastikan bahwa pemerintah telah menjalin komunikasi intensif dengan berbagai asosiasi petani cabai guna mendorong peningkatan produktivitas serta menjaga ketersediaan pasokan di tengah tantangan cuaca yang kurang mendukung.
 

Berdasarkan data resmi dari Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP) Kementerian Perdagangan, lonjakan harga juga terjadi pada komoditas cabai merah keriting yang kini menembus angka rata-rata nasional Rp69.883 per kg, melampaui harga acuan sebesar Rp55.000 per kg.

Sementara itu, harga rata-rata nasional untuk cabai rawit merah melonjak semakin tinggi hingga mencapai Rp81.252 per kg, jauh di atas ketentuan harga acuan yang berada di kisaran Rp57.000 per kg.

Di samping menyoroti komoditas cabai, Menteri Budi turut membeberkan perkembangan harga telur ayam ras di pasaran. Saat ini, harga rata-rata nasional telur ayam ras terpantau berada di kisaran Rp26.800 per kilogram, yang posisinya masih berada di bawah harga acuan sebesar Rp30.000 per kilogram.

Terkait komoditas telur, ia mengingatkan agar harga di pasaran tidak ditekan terlalu rendah karena berisiko merugikan para peternak lokal. Menurutnya, harga jual yang tidak mampu menutupi biaya pokok produksi berpotensi memaksa peternak untuk gulung tikar.
 

“Jangan sampai harga terlalu rendah, nanti peternak tutup. Kalau peternak tutup ya telur nggak ada, terus telur langka dan telur menjadi mahal,” tegasnya.

Pemerintah, lanjut Budi, berkomitmen untuk terus menjaga keseimbangan harga yang adil dan wajar, baik bagi kepentingan produsen (peternak dan petani) maupun bagi daya beli konsumen di masyarakat.
 
(Sumber: Antara)
 
x|close