Mendag: Defisit Neraca Perdagangan Juni 2026 Menyempit Jadi 0,45 Miliar Dolar AS

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 11 Agu 2026, 16:34
thumbnail-author
Jihan Dwicahya
Penulis
thumbnail-author
Siti Ruqoyah
Editor
Bagikan
Foto udara bongkar muat peti kemas di Dermaga Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Kamis, 2 Juli 2026. Foto udara bongkar muat peti kemas di Dermaga Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Kamis, 2 Juli 2026. (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Menteri Perdagangan Budi Santoso menyampaikan defisit neraca perdagangan Indonesia pada Juni 2026 mengalami penyempitan. Kondisi tersebut didorong oleh peningkatan ekspor, terutama dari sektor nonmigas.

Pada Juni 2026, defisit neraca perdagangan tercatat sebesar 0,45 miliar dolar AS. Angka itu membaik dibandingkan defisit pada Mei 2026 yang mencapai 1,61 miliar dolar AS.

"Defisit pada Juni 2026 sebesar 0,45 miliar dolar AS menunjukkan penurunan dibanding defisit Mei 2026. Artinya, neraca perdagangan kita mulai membaik seiring dengan peningkatan ekspor," kata Budi dalam keterangan di Jakarta, Selasa, 11 Agustus 2026.

Total nilai ekspor Indonesia pada Juni 2026 mencapai 25,46 miliar dolar AS. Angka tersebut meningkat 9,72 persen dibandingkan bulan sebelumnya yang berada di level 23,20 miliar dolar AS.

Baca JugaDitopang Ekspor Olahan Nikel hingga Sawit, Neraca Perdagangan Nonmigas RI Surplus USD 16,31 M hingga Mei 2026

Kenaikan tersebut terutama berasal dari ekspor nonmigas. Nilai ekspor nonmigas pada Juni 2026 tercatat 24,39 miliar dolar AS atau meningkat 8,68 persen dibandingkan Mei 2026 yang sebesar 22,45 miliar dolar AS.

Kinerja perdagangan nonmigas juga mencatat surplus sebesar 3,04 miliar dolar AS pada Juni 2026. Surplus tersebut membantu menekan defisit neraca perdagangan secara keseluruhan yang masih dipengaruhi oleh sektor migas.

Selain nilai, volume ekspor Indonesia turut meningkat. Pada Juni 2026, volume ekspor mencapai 56,52 juta ton, naik 3,31 persen dari 54,71 juta ton pada Mei 2026.

Budi mengatakan pemerintah terus mengambil langkah untuk memperkuat ekspor nonmigas. Salah satunya melalui pembukaan pasar baru dan penambahan jumlah eksportir.

Baca JugaPurbaya Ungkap Biang Kerok Terjadinya Defisit Neraca Perdagangan RI

"Kemendag terus mendorong peningkatan ekspor, termasuk melalui perluasan pasar ekspor dan pencetakan eksportir baru untuk menjaga surplus," ujarnya.

Secara kumulatif, neraca perdagangan Indonesia selama Januari-Juni 2026 masih mencatat surplus sebesar 3,58 miliar dolar AS.

Surplus tersebut berasal dari perdagangan nonmigas yang mencapai 19,35 miliar dolar AS. Sementara itu, sektor migas masih mencatat defisit sebesar 15,77 miliar dolar AS.

"Ekspor kita pada Januari-Juni 2026 tumbuh 4,13 persen dan secara kumulatif kita masih surplus sebesar 3,58 miliar dolar AS," imbuhnya.

(Sumber: Antara)

HIGHLIGHT

x|close