Hadiri BRICS di India, Mendag Budi Santoso Bawa Misi Perdagangan Strategis Indonesia
NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 6 Agu 2026, 11:20
Naila Fadhilah
Penulis
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso (Antara)
Ntvnews.id, Jakarta -Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso bertolak ke India pada Rabu malam untuk menghadiri Pertemuan Tingkat Menteri Perdagangan BRICS yang berlangsung pada 6–7 Agustus 2026. Forum ini mendiskusikan berbagai isu strategis, mulai dari sistem perdagangan multilateral hingga fasilitasi perdagangan jasa.
Budi menilai pertemuan tersebut menjadi panggung strategis bagi para menteri perdagangan negara anggota. Agenda lain yang turut dibahas meliputi ketahanan rantai nilai global, ekonomi digital, serta penguatan kerja sama perdagangan antaranggota BRICS.
"Keikutsertaan ini sekaligus memastikan kepentingan nasional Indonesia tercermin dalam berbagai inisiatif kerja sama yang dihasilkan BRICS," ujar Budi dalam keterangan di Jakarta, Rabu (5/8).
Tahun ini, BRICS mengusung tema "Building for Resilience, Innovation, Cooperation and Sustainability" di bawah Presidensi India. Tema tersebut menegaskan komitmen bersama untuk membangun ketahanan ekonomi, mendorong inovasi, memperkuat kerja sama antaranggota, serta mempercepat pembangunan berkelanjutan demi menghadapi tantangan global.
Selaras dengan tema besar tersebut, Indonesia bakal memperjuangkan perluasan akses pasar, peningkatan investasi, dan penguatan sistem perdagangan multilateral yang terbuka, transparan, inklusif, serta berbasis aturan.
Langkah Indonesia juga diarahkan untuk mendorong kerja sama yang mampu memperkuat daya saing, meningkatkan nilai tambah ekonomi nasional, dan memacu pertumbuhan inklusif bagi negara-negara berkembang.
"Di tengah ketidakpastian ekonomi global, kolaborasi yang erat antaranggota BRICS menjadi makin penting untuk menciptakan perdagangan yang lebih tangguh, inklusif dan berkelanjutan," katanya.
Budi menambahkan, Indonesia siap berkontribusi aktif melalui penguatan fasilitasi perdagangan jasa, transformasi digital, hingga pengembangan rantai nilai global yang lebih tangguh dan saling menguntungkan.
Di luar agenda utama, Mendag dijadwalkan melangsungkan serangkaian pertemuan bilateral dengan menteri perdagangan dari negara mitra, seperti India, Mesir, Brasil, dan Uni Emirat Arab. Diskusi bilateral ini dirancang untuk memperkuat hubungan ekonomi, baik di tingkat bilateral maupun regional.
BRICS merupakan kelompok kerja sama geopolitik dan ekonomi internasional yang beranggotakan negara-negara berkembang (emerging economies). Dibentuk pada 2009 oleh Brasil, Rusia, India, dan Tiongkok, kelompok ini kemudian menerima Afrika Selatan pada 2010.
Saat ini, BRICS diperkuat oleh 11 negara anggota: Brasil, Rusia, India, Tiongkok, Afrika Selatan, Mesir, Etiopia, Iran, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, serta Indonesia yang resmi bergabung sebagai anggota penuh pada 2025.
Kekuatan blok ini tergolong signifikan. Pada 2025, para anggota BRICS secara akumulatif mencakup 41,41 persen produk domestik bruto (PDB) dunia, 28 persen perdagangan global, dan 45 persen populasi dunia.