Mendag Ungkap Biaya Logistik Jadi Salah Satu Penyebab Kenaikan Harga Daging Sapi

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 12 Agu 2026, 22:05
thumbnail-author
Jihan Dwicahya
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso ditemui di kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta, Rabu, 12 Agustus 2026. Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso ditemui di kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta, Rabu, 12 Agustus 2026. (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Menteri Perdagangan Budi Santoso menyebut kenaikan harga minyak dunia turut memengaruhi biaya logistik dan transportasi. Kondisi tersebut kemudian menjadi salah satu faktor yang mendorong kenaikan harga daging sapi di pasar domestik.

Menurut Budi, peningkatan biaya impor menjadi salah satu tantangan bagi importir daging sapi. Kenaikan harga minyak dunia ikut membuat ongkos logistik dan transportasi meningkat.

"Jadi memang salah satunya faktor biayanya, biaya impor yang naik. Jadi sekarang sebagian lagi nyari produk daging sapi yang biayanya nggak terlalu mahal," ujar Budi di Jakarta, Rabu, 12 Agustus 2026.

Ia mengatakan kenaikan biaya tersebut membuat sejumlah importir mencari negara asal lain yang dapat menyediakan daging sapi dengan biaya pengadaan dan logistik yang lebih rendah.

Baca JugaHarga Daging Sapi Tembus Rp143.737

Budi juga menyebutkan realisasi impor daging sapi masih belum optimal. Rata-rata realisasinya baru sekitar 40 persen dari kuota yang telah diberikan pemerintah berdasarkan neraca komoditas.

Karena itu, Kementerian Perdagangan meminta importir mempercepat penggunaan kuota impor yang sudah diperoleh. Importir didorong mencari pemasok luar negeri dengan harga yang lebih kompetitif.

"Jadi kita minta untuk segera mencari sumber atau supplier di luar negeri yang harganya tentu lebih bagus sehingga bisa menutup harga-harga yang ada di dalam negeri ini," jelasnya.

Pemerintah juga mendorong percepatan impor daging kerbau. Budi menilai komoditas tersebut dapat menjadi pilihan alternatif karena memiliki harga yang relatif lebih rendah.

Baca JugaMenko Pangan Umumkan Harga Daging Sapi Naik Jadi Rp59 Ribu/Kg di Tingkat Produsen

"Kita sebenarnya ada ada beberapa pilihan ya, tapi memang selama ini kebanyakan dari Australia. Tapi kita sedang mencoba dari beberapa negara yang bisa memasok, termasuk mungkin kita itu juga sebenarnya ada kuota untuk daging kerbau juga," kata Budi.

Ia mengatakan realisasi impor daging kerbau juga masih tergolong rendah. Pemerintah akan mendorong pemanfaatan seluruh kuota impor daging, baik daging sapi maupun kerbau.

Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga ketersediaan pasokan sekaligus membantu mempertahankan stabilitas harga daging di dalam negeri.

Sementara itu, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Amalia Adininggar Widyasanti mengungkapkan harga rata-rata nasional daging sapi pada minggu pertama Agustus 2026 masih berada di atas harga acuan penjualan (HAP) konsumen.

Dalam Rapat Koordinasi Inflasi Daerah yang dipantau secara daring di Jakarta, Senin, 10 Agustus 2026, Amalia menyebut harga rata-rata daging sapi secara nasional mencapai Rp143.737 per kilogram.

Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan HAP tingkat konsumen yang ditetapkan sebesar Rp140.000 per kilogram.

Menurut Amalia, kondisi tersebut perlu menjadi perhatian pemerintah. Terlebih, terdapat sejumlah daerah yang mencatat harga daging sapi di atas HAP sekaligus mengalami kenaikan Indeks Perkembangan Harga (IPH).

Amalia menyebut jumlah kabupaten/kota yang mengalami kenaikan IPH daging sapi mencapai 56 daerah.

Salah satu contohnya adalah Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat. Harga daging sapi di wilayah tersebut tercatat 17,86 persen lebih tinggi dibandingkan HAP.

Pada saat yang sama, IPH daging sapi di Kabupaten Kubu Raya masih meningkat 7,51 persen. Kondisi tersebut membuat harga rata-rata daging sapi di daerah itu mencapai Rp165.000 per kilogram.

(Sumber: Antara)

HIGHLIGHT

x|close