Menko Pangan Umumkan Harga Daging Sapi Naik Jadi Rp59 Ribu/Kg di Tingkat Produsen

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 22 Apr 2026, 17:15
thumbnail-author
Winny
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (tengah) memberikan keterangan pers usai rapat koordinasi terbatas di Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Jakarta, Rabu (22/4/2026). (ANTARA/Aria Ananda) Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (tengah) memberikan keterangan pers usai rapat koordinasi terbatas di Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Jakarta, Rabu (22/4/2026). (ANTARA/Aria Ananda) (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Pemerintah melakukan penyesuaian harga acuan pembelian (HAP) di tingkat produsen untuk komoditas sapi hidup sebagai respons terhadap dinamika global yang memengaruhi biaya impor dan distribusi pangan. Langkah ini disampaikan oleh Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan.

“Harga acuan pembelian sapi hidup dari Rp58.000 per kilogram (kg) menjadi sekitar Rp59.000 per kg, jadi penyesuaiannya hanya sekitar Rp1.000 per kg,” kata Zulhas usai rapat koordinasi terbatas di Jakarta, Rabu.

Ia menegaskan bahwa harga daging sapi di tingkat konsumen tetap berada dalam batas harga eceran tertinggi (HET), yakni berkisar Rp130.000 hingga Rp140.000 per kilogram.

“Kalau daging sapi di pasar masih dalam HET, tidak ada perubahan,” ujarnya.

Baca Juga: Prabowo Terbitkan 3 Regulasi Baru untuk Perkuat Ketahanan Pangan Nasional

Menurut Zulhas, penyesuaian tersebut tidak lepas dari pengaruh kondisi geopolitik global yang berdampak pada biaya transportasi dan rantai pasok pangan.

“Walaupun jauh, geopolitik itu mempengaruhi transportasi sehingga beberapa pangan impor melakukan penyesuaian,” ungkap dia.

Selain itu, pemerintah juga menyesuaikan HET untuk daging kerbau seiring meningkatnya permintaan masyarakat sebagai alternatif yang lebih terjangkau dibanding daging sapi.

“Permintaan daging kerbau juga meningkat, sehingga harga eceran tertinggi disesuaikan dari Rp80.000-an menjadi Rp90.000-an per kg,” tutur Zulhas.

Baca Juga: Prabowo Minta Penggunaan Telur di MBG Dikurangi Jelang Nataru, Diganti Daging Sapi atau Telur Puyuh

Ia menambahkan, kebijakan ini dilakukan secara hati-hati untuk menjaga keseimbangan antara stabilitas harga dan daya beli masyarakat, sekaligus memastikan ketersediaan pasokan pangan tetap terjaga di tengah dinamika pasar global.

(Sumber: Antara)

x|close