Mendag Pastikan Stok Aman, Kenaikan Harga Minyak Goreng Dipicu Biaya Kemasan Plastik

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 22 Apr 2026, 07:15
thumbnail-author
Winny
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Menteri Perdagangan Budi Santoso menjawab pertanyaan awak media ditemui usai menghadiri rapat koordinasi di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Pangan Jakarta, Selasa (21/4/2026). ANTARA/Harianto Menteri Perdagangan Budi Santoso menjawab pertanyaan awak media ditemui usai menghadiri rapat koordinasi di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Pangan Jakarta, Selasa (21/4/2026). ANTARA/Harianto (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Menteri Perdagangan Budi Santoso memastikan ketersediaan minyak goreng di pasar tetap aman dan mencukupi, meskipun terjadi kenaikan harga yang dipengaruhi oleh meningkatnya biaya kemasan plastik.

Berdasarkan data Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP), harga minyak goreng rakyat merek Minyakita saat ini berada di kisaran Rp15.900 per liter, sedikit melampaui harga eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah sebesar Rp15.700 per liter.

"Pada prinsipnya stok barang ada, nggak ada masalah. Jadi ketersediaan pasokan ada. Memang salah satu imbas kenaikan itu karena harga plastik," kata Mendag ditemui seusai menghadiri rapat koordinasi di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Pangan Jakarta, Selasa.

Kondisi serupa juga terjadi pada minyak goreng premium yang di beberapa daerah mengalami kenaikan harga cukup signifikan. Berdasarkan data SP2KP Kementerian Perdagangan, harga minyak goreng premium tercatat mencapai Rp21.796 per liter.

Menurut Mendag, kenaikan harga tersebut bukan disebabkan oleh keterbatasan bahan baku, melainkan meningkatnya biaya produksi, khususnya dari sisi kemasan plastik yang digunakan oleh produsen.

Ia menegaskan bahwa pasokan minyak goreng dari produsen tetap stabil dan tidak mengalami gangguan, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir akan potensi kelangkaan di pasaran.

Baca Juga: Pemerintah Jaga Stabilitas Harga Minyak Goreng dengan Kebijakan DMO

Kementerian Perdagangan (Kemendag) telah menjalin komunikasi dengan para produsen untuk memastikan proses produksi berjalan lancar meskipun terdapat dinamika harga bahan pendukung seperti plastik kemasan.

Selain itu, pemerintah juga berkoordinasi dengan pelaku industri plastik guna menjaga ketersediaan bahan baku, termasuk melalui skema impor yang sedang diupayakan.

Mendag berharap langkah-langkah tersebut dapat membantu menstabilkan harga minyak goreng di pasar, seiring dengan membaiknya kondisi biaya produksi kemasan plastik yang menjadi salah satu faktor penting dalam distribusi.

Ia juga menegaskan bahwa perhatian pemerintah tidak hanya tertuju pada komoditas minyak goreng semata, tetapi juga pada sektor hulu seperti industri plastik yang turut memengaruhi harga di tingkat konsumen.

Menurutnya, apabila produksi dan distribusi plastik kembali normal, pelaku usaha di sektor hilir diharapkan dapat menyesuaikan harga agar lebih terjangkau bagi masyarakat.

Baca Juga: El Nino Datang, Pemerintah Perketat Pengawasan Harga Pangan

Mendag turut mengingatkan distributor agar tidak mengambil keuntungan berlebihan saat kondisi sudah stabil, guna mencegah terjadinya distorsi harga yang merugikan konsumen.

Pemerintah juga menekankan agar kenaikan biaya kemasan plastik tidak berdampak luas terhadap produk lain, khususnya yang tidak menggunakan kemasan plastik, sehingga stabilitas harga pangan strategis tetap terjaga.

Hingga kini, pemerintah belum membahas kemungkinan penyesuaian HET minyak goreng, namun koordinasi lintas kementerian terus dilakukan guna mencari solusi menyeluruh dari sisi hulu hingga hilir.

(Sumber: Antara)

x|close