Ntvnews.id, Jakarta - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dibuka melemah pada perdagangan Senin, 2 November 2026.
Adapun Rupiah turun 2 poin atau 0,01 persen ke level Rp18.149 per dolar AS dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya di posisi Rp18.147 per dolar AS.
Analis Mata Uang Doo Financial Futures, Lukman Leong, memperkirakan rupiah bergerak datar pada perdagangan hari ini.
Menurutnya pelaku pasar masih menantikan rilis sejumlah data ekonomi domestik di antaranya inflasi dan neraca perdagangan Indonesia.
"Rupiah diperkirakan dibuka datar, dengan investor menantikan serentetan data ekonomi domestik siang ini diantaranya inflasi dan perdagangan," ucap Lukman kepada Ntvnews.id, Senin 2 November 2026.
Baca juga: Rupiah Masih Tertekan dalam Sepekan, Diproyeksi Bisa Tembus Rp18.320 per Dolar AS
Di sisi lain, Lukman menyebut penurunan harga minyak mentah dunia berpotensi menjadi sentimen positif bagi pergerakan rupiah.
Harga minyak melemah seiring munculnya harapan terhadap perundingan damai untuk mengakhiri perang antara Amerika Serikat dan Iran.
"Harga minyak mentah dunia yang turun oleh harapan perundingan damai untuk mengakhiri perang AS Iran dapat mendukung rupiah," lanjutnya.
Namun, sentimen domestik secara umum masih cenderung lemah. Hal ini terutama dipengaruhi oleh aksi jual investor asing atau sell-off di pasar saham Indonesia.
Baca juga: Rupiah Masih Bertahan di Kisaran Rp18.100 per Dolar AS
"Sentimen domestik umumnya masih lemah oleh sell off asing di pasar ekuitas. Mata uang Asia umumnya terpatau dibuka melemah," jelasnya.
Adapun nilai tukar rupiah pada hari ini diperkirakan akan bergerak dalam rentang Rp18.100 hingga Rp18.200 per dolar AS.
Pegawai menunjukkan pecahan mata uang rupiah dan dolar AS di Kantor Cabang BNI Pasar Baru, Jakarta (Antara)