Bank Jakarta Perkuat Tata Kelola dan Perluas Layanan UMKM

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 30 Okt 2026, 12:49
thumbnail-author
Adiansyah
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Bank Jakarta Perkuat Tata Kelola dan Perluas Layanan UMKM Bank Jakarta Perkuat Tata Kelola dan Perluas Layanan UMKM (Ist)

Ntvnews.id, Jakarta - Bank Jakarta terus memperkuat penerapan tata kelola perusahaan atau good corporate governance (GCG) sekaligus memperluas akses layanan perbankan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Upaya ini menjadi bagian dari strategi perusahaan dalam menjaga kepercayaan nasabah serta mendukung pertumbuhan ekonomi Jakarta.

Direktur Utama Bank Jakarta, Agus H Widodo mengatakan, kepercayaan masyarakat merupakan modal utama dalam menjalankan bisnis perbankan. Oleh karena itu, penguatan tata kelola menjadi salah satu prioritas yang harus diterapkan secara konsisten dan berkelanjutan.

"Bisnis bank itu adalah bisnis kepercayaan. Supaya bank ini bisa dipercaya, tata kelola sudah menjadi hal yang wajib dan itu terus-menerus kita bangun," kata Agus usai diskusi bersama Lintas Generasi Aktivis (LIGA) Pro Jakarta di Gedung Gondangdia Lama 25, Cikini, Jakarta Pusat, dikutip Jumat, 30 Oktober 2026.

Dalam diskusi bertajuk “Memperkuat Kepercayaan, Memperkuat Tata Kelola, Menggerakkan Jakarta Kota Global” tersebut, Agus memaparkan sejumlah langkah yang dilakukan Bank Jakarta untuk meningkatkan kualitas tata kelola perusahaan.

Baca Juga: Bank Jakarta dan None Jakarta 2026 Tekankan Pentingnya Sehat Finansial-Fisik

Langkah tersebut mencakup penguatan kepatuhan, penyempurnaan manajemen risiko, serta peningkatan sistem pengendalian internal. Ketiga aspek ini dinilai penting untuk memastikan kegiatan operasional perbankan berjalan secara sehat, transparan, dan akuntabel.

Agus menjelaskan, penerapan GCG berlandaskan lima prinsip utama, yakni transparansi, akuntabilitas, tanggung jawab, integritas, dan kewajaran. Seluruh prinsip tersebut harus menjadi bagian dari budaya kerja perusahaan guna menjaga kepercayaan nasabah dan memastikan keberlanjutan bisnis.

"Kelima prinsip ini harus terus dijaga dan diterapkan secara konsisten untuk memperkuat kepercayaan nasabah serta memastikan keberlangsungan bisnis Bank Jakarta," imbuhnya.

Selain memperkuat tata kelola, Bank Jakarta juga menyiapkan strategi untuk memperluas jangkauan layanan keuangan bagi pelaku UMKM melalui pengembangan sentra mikro dan sentra UMKM.

Strategi ini dilakukan dengan menyesuaikan karakteristik serta kebutuhan masing-masing kelompok usaha. Dengan demikian, pelaku usaha diharapkan semakin mudah mendapatkan akses layanan transaksi maupun pembiayaan untuk mengembangkan bisnisnya.

Agus menjelaskan, pengembangan sentra mikro membutuhkan pola pendekatan yang berbeda dibandingkan sentra UMKM. Pelaku usaha mikro memerlukan akses layanan perbankan yang lebih dekat dengan lokasi usaha dan pusat aktivitas perdagangan mereka.

Sementara itu, layanan bagi pelaku usaha kecil dan menengah dapat dikonsentrasikan di sejumlah sentra tertentu karena memiliki karakteristik dan kebutuhan yang berbeda.

"Kalau sentra UKM tidak perlu terlalu banyak karena bisa dipusatkan di sentra-sentra tertentu, kemudian pelaku usahanya yang bergerak. Namun, kalau mikro harus dekat dengan pasarnya," jelasnya.

Melalui strategi tersebut, Bank Jakarta berharap semakin banyak pelaku usaha mikro yang dapat menjangkau layanan keuangan formal. Kemudahan akses ini diharapkan turut mendukung kelancaran transaksi, pemenuhan kebutuhan modal, serta pengembangan kapasitas usaha.

Baca Juga: Bank Jakarta Tandatangani 3 Kerja Sama Strategis BUMD, BUMN dan Perangkat Daerah

Agus mengungkapkan, jumlah nasabah Bank Jakarta saat ini telah mencapai sekitar empat juta orang. Capaian tersebut mencerminkan jangkauan layanan perusahaan yang terus dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

"Melalui penguatan tata kelola, peningkatan manajemen risiko, serta perluasan akses layanan bagi UMKM, Bank Jakarta berupaya menjaga kepercayaan nasabah sekaligus memperkuat perannya dalam mendukung aktivitas ekonomi masyarakat Jakarta," ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, Agus turut menyampaikan apresiasi kepada LIGA Pro Jakarta atas penyelenggaraan diskusi serta berbagai masukan yang diberikan untuk kemajuan Bank Jakarta.

Menurutnya, kritik yang disampaikan secara konstruktif merupakan bagian penting dari proses evaluasi perusahaan. Masukan dari berbagai kalangan dapat menjadi bahan perbaikan untuk meningkatkan kualitas pelayanan dan kinerja perbankan.

“Kami tentu tidak anti terhadap kritik membangun. Sebab, kritik diperlukan sebagai sarana evaluasi agar semakin baik lagi,” imbuhnya.

Sementara itu, Presidium LIGA Pro Jakarta, Syafti Hidayat atau yang juga akrab disapa Ucok, mengapresiasi berbagai inovasi dan terobosan Bank Jakarta di bawah kepemimpinan Agus H Widodo.

Ia berharap Bank Jakarta terus meningkatkan kualitas layanan sehingga mampu bersaing dengan bank-bank milik negara yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) maupun perbankan swasta.

"Semoga layanan Bank Jakarta dapat terus ditingkatkan dan bisa mengungguli bank-bank Himbara maupun swasta," tutupnya.